Gubernur Dorong Penulis Terus Berkarya

Padang, Obsessionnews.com - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengapresiasi penulis di daerah itu. Penulis diharapkan untuk terus berkarya. Harapan itu disampaikannya saat penyerahan piagam penghargaan kepada 20 penulis Sumbar pada acara 'Apresiasi Penulis dan Semiloka Kepenulisan serta peresmian penggunaan Website Layanan Perpustakaan' yang digelar di Auditorium Gubernuran, Selasa (13/12). Irwan dalam sambutannya mengulas tentang eratnya ikatan etnik Minangkabau dengan budaya literasi. Keberhasilan etnik Minangkabau di banyak bidang salah satunya dipengaruhi oleh budaya literasi yang mengakar dan mengejawantah dalam kehidupan dan komunikasi sehari-hari masyarakat Minangkabau. Budaya literasi ini adalah faktor utama yang membuat etnis Minang dapat menyampaikan gagasan dan buah pikir dengan baik, runut, arif namun lugas melalui tutur lisan maupun tulisan yang puitik. "Coba kita lihat, tidak ada satupun foto tokoh nasional dari Minang yang pegang keris atau senjata lainnya, itu karena mereka menggunakan akal dan bahasa dalam berjuang. Yang coba saya tekankan, budaya literasi sudah ada turun-temurun di Minangkabau. Berkomunikasi adalah ciri khas Minang. Ini harus dipelihara agar tetap lekat dengan identitas etnis Minangkabau," katanya. Irwan menyampaikan apresiasinya kepada penulis-penulis yang telah berkarya dan memperkaya perbendaharaan literatur Sumbar secara umum, dan Minangkabau secara khusus. "Pemerintah Provinsi Sumbar melalui Badan Perpustakaan & Kearsipan (BPK) merasa perlu memberikan apresiasi kepada penulis-penulis karena menyadari pentingnya sebuah karya intelektual. Penghargaan ini kami berikan agar penulis lebih termotivasi dan terus menelurkan karya-karya serta dapat mendorong siapapun untuk mulai menulis. Dengan ini, semoga budaya literasi Sumbar dan etnik Minangkabau terus terpelihara," ujarnya. Untuk memastikan terpeliharanya budaya literasi ini dan untuk memperkaya khazanah literatur tentang, atau yang disusun oleh penulis dari Minangkabau, Gubernur menginstruksikan BPA Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk berperan aktif mengumpulkan dan merangkul penulis-penulis asli daerah. "Banyak penulis yang datang ke saya namun tidak memiliki biaya untuk membayar ongkos produksi dan cetak, ini harus menjadi perhatian kita. Saya minta BPK Provinsi, Kabupaten, dan Kota agar berinisiatif untuk aktif dan proaktif mengumpulkan dan mengoleksi agar mutiara-mutiara Minang ini tidak tenggelam begitu saja. Saya minta juga untuk mendatangi, mendorong, merangkul generasi muda untuk menulis supaya karya yang dihasilkan memiliki korelasi dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)





























