Anton Medan Setuju Pesantren Sumbar Tolak Bantuan HT

Jakarta, Obsessionnews.com – Kasus dugaan penistaan agama islam yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) memasuki proses persidangan. Kini persoalan agama kembali muncul. Ini dikarenakan Ketua Umum Partai Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo mendirikan Yayasan Peduli Pesantren. Puluhan ulama yang mewakili Pondok Pesantren di Sumatera Barat dari Forum Pondok Pesantren (FPP) telah membuat pernyataan sikap di Komplek Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang, Sumbar, Sabtu, (10/12/2016). Pendakwah Anton Medan menilai, langkah yang telah diambil oleh pesantren di Sumbar sangatlah tepat. “Ini harus ditolak (bantuan), saya juga punya pesantren, saya akan tolak,” ucap Anton kepada Obsessionnews, Selasa (13/12). Ia beralasan, Hary Tanoe merupakan seorang agam kristen mana mungkin dapat mengurus pesantren dengan baik. “Ini nggak benar sudah,” kata pria yang akrab disapa bang Anton ini. Menurut Anton, Hari Tanoe mau berpolitik silahkan saja. Jangan dijadikan agama menjadi alat politik. Berikut pernyataan resmi FPP Sumbar Terhadap Yayasan Peduli Pesantren Hari Tanoe : Bismillahirrahmanirrahiem Forum Pondok Pesantren (FPP) Sumbar, dengan mengharapkan petunjuk dan ridha AllahSWT, Kami para ulama dan pimpinan pondok pesantren Sumbar telah mencermati perkembangan terjadi di Indonesia baru-baru ini, yaitu: diresmikannya Yayasan Peduli Pesantren oleh Bapak Hari Tanoe di MNC finansial center yang bertujuan memberikan bantuan kepada pesantren. Maka dengan ini kami menyatakan sikap menolak Yayasan Pondok Pesantren dan menolak semua program yang ditawarkan kepada pondok pesantren dengan alasan : 1.Karena mengesankan seakan-akan pesantren tidak ada yang mempedulikan. Kenyataannya pesantren dibawah koordinasi Direktorat Diniyah dan pondok pesantren Sumbar tetap menginduk ke kementarian agama Republik Indonesia dimana pondok pesantren Sumbar tetap menginduk ke Kementerian agama serta berada dalam jaringan asosiasi pondok pesantren. 2. Keberadaan YPP memiliki kecendrungan politis yang akan dapat memecah kesatuan dan persatuan umat Islam khususnya kalangan pesantren, oleh karena itu kami menghimbau seluruh pondok pesantren di Indonesia untuk lebih mengedepankan tujuan jangka panjang membina generasi pelanjut umat Islam dibandingkan kepentingan sesaat yang menjebak 3. Pondok pesantren adalah lembaga independen yang menjadi bagian perjuangan kemerdekan Republik Indonesia. Sejarah mencatat banyak pesantren menjadi markas perjuangan kemerdkaan melawan penjajah bahkan ikut membiayai perjuangan. Maka dengan ini pesantren tetap menjadi lembaga independen yang tidak dapat dipengaruhi kelompok manapun dan akan tetap setia menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dan kami merekomendasikan : 1. Kepada Kementerian Agama RI untuk menentukan sikap atas terjadinya upaya-upaya yang meresahkan kalangan pondok pesantren oleh yayasan peduli pesantren. 2. kepada Kementerian Hukum dan Perundangan RI agar menetapkan kode etik pendirian yayasan dan penetapan nama yayasan yang tidak memunculkan keresahan umat. 3. Untuk Forum Pondok Pesantren Sumatera Barat agar mendirikan Badan Waqaf pesantren Sumbar Demikian surat Pernyataan ini dibuat untuk dapat dimaklumi, Padang Panjang, 10 Desember 2016/10 Rabiul awal 1438 H Perwakilan Forum Pondok Pesantren (FPP) Sumbar terdiri dari Drs. Sukarta Fuadin dari Ponpes Subussalam, Ilham,LC,MA dari Pimpinan Pondok pesantren Sumatra Thawalib Parabek, Fauziah Fauzan El-Muhammady, SE, Akt, M. Si, dari pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang dan Gusrizal Gazahar, ketua MUI Sumbar. (Popi Rahim)





























