Soundhope 'Melody's Echo Hope' Charity Concert

Soundhope 'Melody's Echo Hope' Charity Concert
Jakarta, Obsessionnews.com - Soundhope adalah sebuah konser amal yang sudah di selenggarakan kedua kalinya oleh Badan Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (BPHMJ) Manajemen Universitas Trisakti, Jakarta, yang kali ini digelar untuk membantu pembangunan Sekolah Hijau di daerah Kebagusan. Sebesar Rp 50.000 dari penjualan satu tiket dan seluruh keuntungan acara akan didonasikan ke sekolah tersebut. Tahun 2014 pertama diselenggarakan, telah memberikan dampak yang baik dan positif. Dengan pengalaman tersebut, BPHMJ Manajemen melaksanakan Charity Concert dengan kemasan, nama dan konsep baru, yakni Soundhope 'Melody's Echo Hope' Charity Concert. gia-3 Charity Concert ini didedikasikan bagi anak yang kurang mampu di Indonesia melalui Music Concert dan aktifitas lainnya. Dalam pelaksanaannya, yang akan dibantu adalah membangun dan merenovasi fasilitas sekolah, serta buku. gia-8 Music Concert ini dihelat di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, pada November lalu dengan kapasitas tempat duduk untuk 1.000 orang. Mini konser dibuka dengan lakon “Gaya Mahasiswa” oleh Unit Seni Budaya Trisakti kemudian dilanjut modern dance dari anak-anak Rumah Singgah. Setelah itu, suara Alto Danilla menyihir penonton membawakan lagu-lagu yang terbungkus dalam album “Telisik”, diantaranya Terpaut oleh Waktu, Buaian, Wahai Kau, Ada Disana, Berdistraksi, dan Junko Furota. “Lagu ini untuk korban pelecehan seksual, baik perempuan atau lelaki. Sebanyak apapun analogi yang saya tuliskan tidak ada apa-apanya dengan yang dialami Furota. Ia diperkosa kemudian dibunuh,” tutur Danilla. gia-4 Sebelum turun panggung, ia mengatakan bangga dengan penyelenggara acara karena hasilnya akan diserahkan kepada Sekolah Hijau di daerah Ragunan. Usai penonton dimanjakan oleh suara Danilla, Barasuara menggebrak Teater Besar dengan penampilannya yang atraktif. Band yang beranggotakan Iga Massardi, TJ Kusuma (gitar), Gerald Situmorang (bass), Marco Steffiano (drum), Asteriska (vokal), Puti Chitara (vokal) menghembuskan lagu-lagu yang terdapat di album Taifun untu para penunggang Badai, antara lain Nyala Suara,  Sendu Melagu, Bahas Bahasa, Api & Lentera, Menunggang Badai, dan Taifun. “Saya punya teman, dia kehilangan orang-orang yang berarti untuk hidupnya. Lagu Taifun ini memiliki makna yang begitu mendalam untuknya. Saya sebagai pencipta lagunya sangat tersentuh bahwa sebuah lagu yang maksudnya A bisa menjadi B, C atau D. Semoga kita bisa mamaafkan diri sendiri,” ujar Iga. gia-5 Penampilan terakhir adalah Payung Teduh. Band folk yang beranggotakan Istiqomah Djamad (vokal, gitar), Abdul Aziz Turhan alias Comi (kontrabas), Alejandro Saksakame alias Cito (drum), dan Ivan Penwyn (gitalele) ini membawakan lagu-lagu andalannya, diantaranya  Kucari Kamu, Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan, Berdua Saja, Kita adalah Sisa-Sisa Keikhlasan yang Tak Diikhlaskan, Biarkan, dan Resah yang dipadu padankan dengan sentuhan string mini orchestra. “Tahun ini Payung Teduh juga mendokumentasikan sebuah karya dari album pertama dan album kedua dalam nuansa yang berbeda. Sesi live recording ini dinamai LIVE AND LOUD dan akan dirilis dalam format cakram padat,” ujar Is. gia-6 Proses rekaman live tersebut, lanjur Is, diproduseri oleh Sadrach Lukas berserta Alvin Witarsa dimana keduanya mencoba memberi rasa lain terhadap musik payung teduh sehingga akan lebih kaya dari sebelumnya. Usai Payung Teduh menutup penampilannya dengan lagu “Resah”, Is menuturkan semoga Soundhope di tahun-tahun berikutnya lebih banyak lagi hal-hal positif. “Ingat jangan lagi-lagi  ngomong pemerintah-pemerintah...bikin aksi aja,” pungkas Is yang juga membocorkan tahun depan Payung teduh akan merilis album teranyarnya. (Giatri)