Ahok Ibarat Saham, Harganya Menukik Turun

Ahok Ibarat Saham, Harganya Menukik Turun
Jakarta, Obsessionnews.com - Pengamat politik dari Global Future Institute, Hendrajit, memprediksi tipis peluang Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk memenangkan Pilkada DKI 2027. Hal ini disebabkan Ahok menyandang status tersangka dugaan penistaan agama. "Dinyatakan jadi tersangka ibarat Ahok itu saham, harganya menukik turun," kata Hendrajit ketika dihubungi Obsessionnews.com, Kamis (8/12/2016). Dalam Pilkada mendatang itu Ahok berpasangan dengan politisi PDI-P yang juga Wakil Gubernur nonaktif Djarot Saiful Hidayat. Duet Ahok-Djarot berkompetisi dengan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Semula elektabilitas Ahok-Djarot tertinggi dari pesaingnya. Namun sejak Ahok ditetapkan sebagai tersangka dugaan penistaan agama oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri pada Rabu (26/11), elektabilitas Ahok-Djarot turun drastis. Hasil survei yang dirilis lembaga survei Poltracking Indonesia (27/11) menyebutkan, elektabilitas Agus-Sylvi 27,92 persen, disusul pasangan Ahok-Djarot sebesar 22 persen, serta Anies-Sandi sebesar 20,42 persen. Direktur Eksekutif dan Riset rhadap 1.200 responden dengan menggunakan margin error +/- 2,8 persen. Seperti diketahui Ahok ditetapkan sebagai tersangka dugaan penistaan agama tetkait ucapannya yang menyinggung Al-Quran surat Al Maidah agar 51 di Kepulauan Seribu pada Selasa (27/9) lalu. Hal itu membuat umat Islam marah, dan melakukan unjuk rasa menuntut polisi menangkap Ahok. Demonstrasi yang berlabel Aksi Bela Islam itu digelar dalam tiga jilid. Aksi Bela Islam 1 digelar pada Jumat (14/10). Sedangkan Aksi Bela Islam 2 dilakukan pada Jumat (4/11) dan Aksi Bela Islam 3 pada Jumat (2/12). Meski berstatus tersangka Ahok tidak ditahan. Ahok akan disidang di Pengadilan Negeri  Jakarta Utara pada Selasa (13/12) depan. (arh)