Sulit Dipercaya Jaksa Agung Netral dalam Kasus Ahok

[quote font="trebuchet" font_size="25" bgcolor="#" color="#" bcolor="#" arrow="no"]Banyak pihak yang meragukan Jaksa Agung HM Prasetyo bisa menegakkan hukum yang adil atas kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.[/quote] Jakarta, Obsessionnews.com - Banyak pihak yang meragukan Jaksa Agung HM Prasetyo bisa menegakkan hukum yang adil atas kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sebab, Prasetyo adalah kader partai Nasdem yang kini menjadi pendukung Ahok dalam Pilkada DKI 2017. "Di mana partai Jaksa Agung menjadi pendukung utama pencalonan Ahok sebagai calon gubernur," ujar Anggota Komisi III DPR RI Muslim Ayub di Gedung DPR, Selasa (6/11/2016). Ia menuturkan, sebagai kader partai, biasanya seseorang sulit menolak bila ditugaskan oleh pimpinannya. Ia yakin Jaksa Agung tak akan melakukan hal tersebut. Tapi ia mempertanyakan jaminan Jaksa Agung bisa bekerja secara independen. "Ini penting agar umat bisa tenang karena mendapat kepastian dari kepala Kejagung sendiri bahwa para jaksa yang bertugas bebas melaksanakan tugas tanpa ditakuti, diintervensi atau diiming-imingi oleh atasan dengan kekuatan politik tertentu," kata Muslim. Politisi PAN ini yakin, bahwa penanganan kasus Ahok yang cepat di Kejaksaan, karena banyaknya tekanan dan desakan dari masyarakat. Bila tidak ada aksi bela Islam ia ragu Jaksa Agung bisa bergerak cepat. "Berkas dinyatakan P21 ,padahal menurut KUHAP kejaksaan memiliki batas harus untuk meneliti dan menyatakan berkas P21. Kita melihat selama ini setiap ancaman 5 tahun tersangka kebanyakan ditahan," terangnya, Ia berharap dalam kasus Ahok hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara akan menahan Ahok dengan ketentuan hukum yang sudah ditetapkan. Muslim mengakui cepatnya pelimpahan kasus ini di pengadilan ada nilai positifnya. Tapi di sisi lain bisa dicurigai sebagai strategi politik. Sehingga, kata dia, dengan masuknya ke pengadilan dan proses dengan segera diharapkan tidak semakin mempengaruhi elektabilitas Ahok sebagai calon gubernur yang semakin menurun. "Kasus ini sangat sensitif. Dan sangat ditunggu-tunggu umat Islam apakah aparat penegak hukum bisa berlaku adil atau tidak. Akibat dari kasus ini telah membuat kesatuan bangsa ini menjadi terancam. Presiden bahkan harus sibuk melakukan konsolidasi dan komunikasi ke semua pihak. Dari ulama sampai ke aparat keamanan," jelasnya. (Albar)





























