Korban Gempa Aceh Terus Bertambah

Korban Gempa Aceh Terus Bertambah
Jakarta, Obsessionnews.com – Bencana gempa yang menimpa Aceh Rabu (7/12/2016) pagi tadi, menjadi kabar duka tanah air. Pasalnya Aceh merupakan kawasan yang dilanda tsunami pada tahun 2004 lalu yang memakan ratusan ribu nyawa, dan gempa yang terjadi kali ini juga tidak luput memakan korban. Hingga pukul 13.10 WIB, Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengabarkan korban tewas akibat gempa tersebut sudah mencapai 52 orang, 73 orang luka berat dan 200 luka ringan. Posisi gempa berada di 5,19 derajat lintang utara dan 96,36 derajat bujur timur. Pusat gempa berada di 18 kilometer timur laut Kabupaten Pidie Jaya, 34 kilometer barat laut Kabupaten Bireuen, 48 kilometer timur laut Kabupaten Pidie, 121 kilometer tenggara Banda Aceh atau 1.716 kilometer barat laut DKI Jakarta. Meskipun tidak berpotensi tsunami, gempa ini telah mengakibatkan kerusakan yang sangat hebat, yakni sebanyak 105 ruko rusak berat, 125 rumah roboh dan 14 masjid. Gempa dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR) ini telah merusak belasan bangunan, termasuk tiang listrik yang roboh dan jalan di desa Pidie yang juga retak. Dalam catatan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), di Kabupaten Pidie terdapat 10 unit rumah toko roboh. Selain itu empat unit rumah juga dikabarkan mengalami kerusakan parah. "Satu rumah sakit di Pidie rusak berat, 1 sekolah rusak berat," ujar Sutopo, Rabu (7/12). Tak hanya itu, di Kabupaten Bireuen, Aceh juga menjadi sasaran gempa. Diduga pulihan santri Institut Agama Islam (IAI) Aziziyah Samalanga tertimbun runtuhan bangunan. Sehingga diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah dan tidak diidentifikasikan secara pasti. “Kami masih di TKP untuk berupaya terus mengevakuasi korban, belum kami ketahui angka pasti korban selain dua orang yang sudah dinyatakan meninggal dunia dalam perawatan medis,” ucapnya, Rabu (7/12). Namun korban yang kini sudah diketahui identitasnya yakni, Imam Fazhil (26), seorang guru di Pesantren Mudi Mesra, Habibah Ibu rumah tangga di Kecamatan Samalanga. “Selain kedua korban itu, kami belum berani memastikan karena harus berkoordinasi dengan para pihak untuk mengetahui detailnya, yang pasti kita fokus kepada upaya pencarian korban yang masih tertimbun di bawah reruntuhan,” tambah Saleh. Korban yang ditemukan langsung ke lokasi puskesmas terdekat, sementara korban yang mengalami luka serius langsung dibawa ke rumah sakit (RS) seperti RSUD dr Fauziah, Malahayati dan BMC Bireuen. “Selain ke beberapa puskesmas terdekat dengan lokasi gempa, korban yang mengalami luka serius sudah dirujuk ke beberapa rumah sakit di Kabupaten Bireuen, seperti RSUD dr Fauziah, Malahayati dan BMC Bireuen,” tambahnya. Sebagaimana diketahui, gempa bumi yangterjadi sekira pukul 05.05 wib subuh tadi, terpusat di Kabupaten Pidie Jaya, yang bertetangga dengan Kabupaten Bireuen, Aceh. Dari bencana tersebut, pemerintah telah menyiapkan sepenuhnya untuk menanggulangi korban gempa ini. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan begitu santer mendengar kabar gempa di Aceh, dirinya langsung menghubungi instansi terkait baik Kapolda Aceh, Plt Gubernur Aceh nonaktif. JK juga memastikan seluruh instansi terkait, baik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Palang Merah Indonesia (PMI) sudah bersiaga di lokasi, bahkan Tim dari Jawa juga sudah mulai berangkat pada sore ini. "Pemerintah menyampaikan rasa duka cita yang dalam atas korban yang terjadi karena gempa yang terjadi di Pidie," ujar JK. (Aprilia Rahapit)