Puluhan Barista Berkompetisi Nyeduh Kopi Lembang

Bandung, Obsessionnews.com - Kompetisi seduh kopi menggunakan alat manual (manual brew) segera digelar di Bandung, Kamis-Jumat, (8-9/12/2016). Bertempat di Noah's Barn jalan Dayang Sumbi Bandung kompetisi tersebut di menggunakan alat manual (Manual Brew) bertajuk Bandung Brewers Cup (BBrC) 2016. Ketua Dewan Juri BBrC 2016 Adi W. Taroepratjeka, Koordinator Acara BBrC 2016 Andi Widjaja, Pemenang IBrC 2015 Ryan Wibawa, dan Koordinator Humas BBrC 2016 Sylvie akan hadir di acara tersebut. “Kalau yang biasa kompetisi seduh kopi menggunakan alat manual formatnya Battle,” kata Koordinator Acara BBrC 2016 Andi Widjaja, Selasa (6/12/2016). Andi menilai Bandung Brewers Cup 2016 dipastikan mengadaptasi format nasional dan menggunakan sistem Scoring. Menurutnya, Bandung Brewers Cup 2016 merupakan ajang pemanasan para Barista untuk maju di tingkat nasional, sehingga sebagai bentuk keseriusan, pihaknya menghadirkan juri berpengalaman.
Sementara ketua Dewan Juri BBrC 2016 Adi W. Taroepratjeka mengatakan, Bandung Brewers Cup 2016 diadakan untuk ajang silaturahmi dan meningkatkan teknik seduh para Barista. “Peserta paling jauh berasal dari Yogyakarta dan BrC 2016 ini merupakan ajang Barista untuk Barista, karena untuk penggalangan dana kompetisi berasal dari kedai-kedai kopi, dan tidak tergantung pada perusahaan besar,” ucapnya. Saat dibuja pendaftaran pada 10 November 2016, jatah 64 peserta habis dalam waktu 34 menit, sementata waiting list sampai 150 peserta. Terkait penjurian menurut Adi para peserta harus menyeduh biji kopi asal Lembang yang diberikan para juri, namun para peserta diperbolehkan membawa biji kopi sendiri. Bila ingin menang para Barista harus mampu mempresentasikan kopi dan dirinya sendiri dan juri mewajibkan para Barista bercerita, dan jangan diam saja. “Barista harus memiliki sisi seni yang tinggi dan gaya seduh yang berbeda,” kata Adi.
Selain itu mengenai bisnis kopi di Bandung Adi mengungkapkan, terdapat 200 kedai kopi yang menyajikan kopi seduh manual. “Masih banyak yang dagang kopi tetapi tidak tahu dagangannya sendiri, mereka tidak tahu biji kopi tersebut fresh atau tidak, dan tidak tahu kopinya berasal dari mana,” ujarnya. Sementara itu koordinator Humas BBrC 2016 Sylvie mengatakan, BBrC 2016 diadakan di Kota Bandung karena Bandung merupakan salah satu daerah yang tingkat pertumbuhan produksi dan konsumsi kopinya cukup signifikan. “Peserta BBrC 2016 berasal dari umum, baik Barista delegasi Coffee Shop ataupun Home Barista dari Bandung maupun luar kota Bandung,” kata Sylvie, “Seluruh kopi yang digunakan dalam tahap penyisihan berasal dari Jawa Barat,” ungkapnya. (Dudy Supriyadi)
Sementara ketua Dewan Juri BBrC 2016 Adi W. Taroepratjeka mengatakan, Bandung Brewers Cup 2016 diadakan untuk ajang silaturahmi dan meningkatkan teknik seduh para Barista. “Peserta paling jauh berasal dari Yogyakarta dan BrC 2016 ini merupakan ajang Barista untuk Barista, karena untuk penggalangan dana kompetisi berasal dari kedai-kedai kopi, dan tidak tergantung pada perusahaan besar,” ucapnya. Saat dibuja pendaftaran pada 10 November 2016, jatah 64 peserta habis dalam waktu 34 menit, sementata waiting list sampai 150 peserta. Terkait penjurian menurut Adi para peserta harus menyeduh biji kopi asal Lembang yang diberikan para juri, namun para peserta diperbolehkan membawa biji kopi sendiri. Bila ingin menang para Barista harus mampu mempresentasikan kopi dan dirinya sendiri dan juri mewajibkan para Barista bercerita, dan jangan diam saja. “Barista harus memiliki sisi seni yang tinggi dan gaya seduh yang berbeda,” kata Adi.
Selain itu mengenai bisnis kopi di Bandung Adi mengungkapkan, terdapat 200 kedai kopi yang menyajikan kopi seduh manual. “Masih banyak yang dagang kopi tetapi tidak tahu dagangannya sendiri, mereka tidak tahu biji kopi tersebut fresh atau tidak, dan tidak tahu kopinya berasal dari mana,” ujarnya. Sementara itu koordinator Humas BBrC 2016 Sylvie mengatakan, BBrC 2016 diadakan di Kota Bandung karena Bandung merupakan salah satu daerah yang tingkat pertumbuhan produksi dan konsumsi kopinya cukup signifikan. “Peserta BBrC 2016 berasal dari umum, baik Barista delegasi Coffee Shop ataupun Home Barista dari Bandung maupun luar kota Bandung,” kata Sylvie, “Seluruh kopi yang digunakan dalam tahap penyisihan berasal dari Jawa Barat,” ungkapnya. (Dudy Supriyadi) 




























