Jalur Sicincin-Malalak Ditutup Total Akibat Longsor

Padang, Obsessionnews.com - Jalur lintas Sicincin-Malalak, Sumatera Barat (Sumbar) ditutup total, akibat terjadi longsor di jalur tersebut. Akses kendaraan terpaksa dialihkan melalui Sicincin. Camat Malalak, Kabupten Agam Harmezi, mengatakan, jalur lintas ditutup total hingga lima hari ke depan. Jalur itu ditutup total, karena jalan tertimbun material longsoran dan sangat membahayakan bagi pengguna kendaraan apabila melintas. "Terhitung dari sekarang jalan kita tutup hingga lima hari ke depan," katanya saat dihubungi Obsessionnews.com, Selasa (6/12/2016) siang. Longsor yang terjadi di jalur itu terdapat sembilan titik. Longsor terjadi akibat hujan yang terjadi berkepanjangan. [caption id="attachment_168735" align="alignleft" width="294"]
Tanah lonsor di jalur lintas Sicincin-Malalak, Sumatera Barat (Sumbar).[/caption]
"Awalnya longsor terdapat satu titik yang terjadi hari Sabtu (3/12) malam. Kemudian hari Senin (5/12) longsor kembali di dua titik dan sorenya bertambah sehingga menjadi enam titik. Longsor kembali terjadi pagi tadi dua titik dan satu titik lagi terjadi sekitar pukul 09.00 Wib," katanya menjelaskan. Berdasarkan tingkat kerawanan, maka kendaraan yang hendak melintas di jalur itu dilarang lewat. Harmezi mengatakan, petugas tidak bisa bekerja dilapangan meskipun alat berat dua unit sudah berada di lokasi. "Kita tidak bisa bekerja karena tertutup kabut tebal," ujarnya. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)
Tanah lonsor di jalur lintas Sicincin-Malalak, Sumatera Barat (Sumbar).[/caption]
"Awalnya longsor terdapat satu titik yang terjadi hari Sabtu (3/12) malam. Kemudian hari Senin (5/12) longsor kembali di dua titik dan sorenya bertambah sehingga menjadi enam titik. Longsor kembali terjadi pagi tadi dua titik dan satu titik lagi terjadi sekitar pukul 09.00 Wib," katanya menjelaskan. Berdasarkan tingkat kerawanan, maka kendaraan yang hendak melintas di jalur itu dilarang lewat. Harmezi mengatakan, petugas tidak bisa bekerja dilapangan meskipun alat berat dua unit sudah berada di lokasi. "Kita tidak bisa bekerja karena tertutup kabut tebal," ujarnya. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73) 




























