Mensos: Setiap Bulan Ditransfer Rp110 Ribu Masuk ke Rekening Penerima Manfaat

Mensos: Setiap Bulan Ditransfer Rp110 Ribu Masuk ke Rekening Penerima Manfaat
Mataram,  Obsessionnews.com - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, setiap bulan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) akan ditransfer Rp 110 ribu ke rekening dalam kartu yang bisa dipergunakan di electronic warung gotong royong (e-warong). “Jadi, setiap bulan Rp 110 ribu di top up ke kartu penerima manfaat dari PKH, ” ujar Mensos saat peluncuran e-warong di Lapangan Taman Gelora Hijau, Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (1/12/2016). Penerima manfaat, kata Mensos, bisa saja menggunakan seluruh uang yang di dalam kartu atau menyisakan sebagiannya. Namun, bisa dipastikan setiap transaksi tidak dikenai biaya sama sekali, karena ditanggung oleh CSR BRI. “Khusus di daerah sini, setiap transaksi tidak dikenai biaya tambahan apapun (operational cost) karena sudah ditanggung oleh CSR dari BRI, ” ucapnya. Begitu pula, saat Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan proses pengiriman uang dan pencetakan kartu tidak dikenai biaya tambahan, melainkan semuanya ditanggung oleh CSR BRI. [caption id="attachment_167911" align="aligncenter" width="640"]Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa didampingi Dirjen Penanganan Fakir Miskin dan sejumlah undangan peluncuran e-warong di Lapangan Taman Gelora Hijau, Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (1/12/2016). Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa didampingi Dirjen Penanganan Fakir Miskin dan sejumlah undangan peluncuran e-warong di Lapangan Taman Gelora Hijau, Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (1/12/2016).[/caption] “Proses transfer uang ke kartu penerima PKH dan pencetakan kartu tidak dikenai biaya tambahan, tapi semuanya ditanggung CSR BRI. Jadi, semuanya free APBN, ” katanya. Pada akhir tahun ini, jumlah penerima PKH bertambah 2,5 juta, sehingga total menjadi 6 juta penerima manfaat. Desember 2016 sebanyak 1 juta peneriam PKH menerima bantuan sosial (bansos) dalam format non tunai. “Pada 2017 sebanyak 50 persen atau 3 dari 6 juta penerima PKH akan menerima bansos secara non tunai, ” tandasnya. Pada Desember ini, e-warung sudah ada 300 dan 2017 menjadi 3000 di 44 kabupaten/kota. Keputusan di titik-titik dari 44 merupakan hasil rapat koordinasi (Rakor) di Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). “Target Desember 2016 e-warung 300 dan tahun 2017 menjadi 3000. Untuk penentuan dari 44 kabupaten/kota sebagai titik dari e-warong adalah hasil dari rakor di Kementerian PMK, ” tegasnya. [caption id="attachment_167912" align="aligncenter" width="640"]Sejumlah warga penerima manfaat PKH yang akan memanfaatkan e-warong untuk kebutuhan pangan di Lapangan Taman Gelora Hijau, Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (1/12/2016). Sejumlah warga penerima manfaat PKH yang akan memanfaatkan e-warong untuk kebutuhan pangan di Lapangan Taman Gelora Hijau, Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (1/12/2016).[/caption] Sementara itu, berbagai produk yang dijual di e-warong adalah kebutuhan pangan, misalnya beras, gula, minyak goreng, telur dan atas rekomendasi dari Kementerian Kesehatan ditambah aneka kacang-kacangan. “Di e-warong yang bisa belanja adalah pemilik kartu PKH non tunai. Produk pangan yang tersedia, yaitu beras, gula, minyak goreng, telor dan rekomendasi Kementerian Kesehatan ditambah kacang-kacangan, ” tandasnya. Kartu dilengkapi fitur berupa wallet-wallet, seperti wallet PKH, Rastra, LPG 3 kg, listrik dan KIP. Kartu tidak hanya terintegrasi bansos, juga bisa dengan subsidi dari pemerintah daerah (pemda) provinsi, kabupaten/kota. “Penggunaan kartu tidak hanya untuk bansos, melainkan bisa diintegrasikan dengan subsidi dari pemda provinsi, kabupaten/kota. Misalnya di Jogjakarta KIP sudah masuk kartu, sedangkan di daerah lainnya subsidi listrik dan LPG 3 kg, ” katanya. (Dudy Supriyadi) [caption id="attachment_167914" align="aligncenter" width="640"]Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyaksikan penggunaan kartu di ATM BRI dan langsung dimintai keterangan para awak media di Lapangan Taman Gelora Hijau, Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (1/12/2016). Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyaksikan penggunaan kartu di ATM BRI dan langsung dimintai keterangan para awak media di Lapangan Taman Gelora Hijau, Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (1/12/2016).[/caption]