Ghirah Islam Bukan Ancaman, Perekat NKRI Sampai Mati

Bandung, Obsessessionnews.com - Ghirah atau cemburu dan merasa tersinggung atas agama yang dihina, ternyata diperlihatkan umat Islam pada hari Jumat (2/12/2016). Dari berbagai sumber disebutkan lebih dari 7 juta umat Islam dan non Islam tumplek di kawasan Monas, Gambir, Bunderan HI dan sekitarnya, dengan perhitungan pada pukul 13.00 Wib adalah 7,434,757 orang dengan rincian sebagai berikut: 120 Aceh (2 Bus) 100 Aceh Tamiang (Kapal Laut) 4,000 Aceh lainnya (Kapal Laut) 6,000 Adzikra 6,300 Agam & Bukittinggi (bus) 660 Arek Lacor Pamekasan 2,500 Balikpapan (10 pesawat) ?? Bandung (Konvoi motor) 200 BANDUNG (Masjid Salman) (bUS) 1,000 Banten (Jalan Kaki) 1,200 Batam 6,000 Bekasi (100 bus) 1,500 Bekasi (KRL) 2,000 Bekasi (Muhammadiyah) 30,000 Bogor Raya (Jalan Kaki ikuti ciamis) 1,305 Bukit Tinggi (??) 100,000 Ciamis - tasik (Jalan kaki + Catatan Polisi) 10,000 Ciamis (Bus) 40 Cianjur - Persis (Jalan Kaki) 120 Deli Serdang (2 bus) 35,000 Depok Raya (gabung dg ciamis) 1,500 Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) (25 Bus) 5,000 Jakarta Forum Syuhada Indonesia -- 4,708 Jateng (Bus dll) (Laporan Kapolda Jateng) ?? Jatim (Konvoi Motor) 60 Karawang (1 bus-Kusus FPI) 250 Kebumen (Bus+Kendaraan Pribadi) 1,000 Lampung (??) 24 Laskar Singa Aceh dari kabupaten Bireun (3 avanza) 90 Lombok (Pesawat) 600 Makassar, Palembang, Palu dan Medan, 18,000 Malang (300 Bus) 25,000 Malangbong - Garut (jalan kaki gabung dg Ciamis) 6,300 Minang 5,000 Padang (berangkat sendiri) 8,800 Padang (dikoordinir GNPF-MUI) (Bus) 840 Pantura Pamerkasan 400 Payakumbuh (2 pesawat) 700 Pontianak (Pesawat) 300 Riau (5 Bus) 50 Riau (Pasukan Khusus FPI) 5,000 Riau (Muhammadiyah) ?? Samarinda & Palu 120 Sampang 250 Semarang (FUIS) (Kereta Api) 180 Sidoarjo (Konvoi, Mob Pribadi dll) 2,640 Solo (44 Bus) 3,000 Sukabumi Kabupaten (??) 18,000 Sumbar (300 bus) 10,000 Sumsel (??) 15,000 Surabaya (Bus) 300 Surabaya Masjid Al Akbar (5 Bus) 2,000 Tangerang Selatan 2,400 Tasik Malaya (40 Bus) 1,900 Yogyakarta (Bus) 500 Yogyakarta (Pesawat) ORMAS / OR dll 420 Yogyakarta Muhammadiyah (7 Bus) 1,000,000 MUHAMMADIYAH (berbagai daerah lainnya) 10,000 HMI 4,000 BEM (200 org) 15,000 GPII se Indonesia 1,000 Persatuan Islam (Persis) 50,000 Buruh RELAWAN KESEHATAN 30 Bandung RELAWAN KEBERSIHAN 2,000 Santri Persis ?? Gerakan Ibu Negeri (GIN) 10,000 BANDUNG DT (Daarut Taauhid) (bus) PESERTA LUAR NEGERI & NON MUSLIM 300 Selangor Kuala Lumpur (Pesawat) 50 Tionghoa Non Muslim 7,434,757 JUMLAH SEMENTARA melampaui dari 3,000,000 ESTIMASI WAKET GNPF-MUI 200,000 ESTIMASI polisi Keajaiban 1. Bayangan Tugu Monas mengarah tepat ke arah kiblat 2. Makanan Melimpah ruah 3. Pemprof memberi support akomodasi 4. Fasilitas nyaman bagi perserta Non-Muslim 5. Pejalan Kaki dari Ciamis melihat awan berlafadz Allah 6. Dari Masjid AT Tin Awan putih bertuliskan lafadz Allah dan disambut guratan cahaya pelangi di sore hari 7. Insha Allah cuaca seperti Lailatul Qodar 8. Komnas HAM buka posko pengaduan 9. Forum Komunikasi BEM Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) se-Indonesia MENOLAK rencana aksi 212 10. Segala cara pengecut dilakukan untuk menghalangi datangnya umat Islam Pengawalan Polisi 27.000 Personel Polisi Asmaul Husna 499 Personel Klaim Pengamanan Banser 5000 anggota Marinir tidak sebut jumlah Catatan: Jika diberitakan ribuan, diangkakan 1.000 Estimasi 1 bus 60 penumpang Terlepas dari benar atau tidaknya jumlah tersebut secara kasat mata dapat dijumlahkan jutaan. Apakah yang mendorong umat Islam begitu banyak dan sangat jauh jika dinilai mereka ada yang mendanai, hanya panggilan jiwa yang dapat mendorong hal itu, atas keimanan yang mantap dengan tujuan tegakkan keadilan dan penjarakan Ahok sang penista agama. "Saya masih kuat pak kalaupun saya harus jalan kaki dari Bandung menuju Jakarta malam ini, saya sakit hati agama saya dihina," tandas Endin santri ponpes Miftahul Huda 2 Ciamis saat ditemui di gedung Perhutani Jabar. Endin santri yang ikut Longmarch kelahiran Majalengka ini sudah 9 tahun menjadi santri di Ciamis, ia mengaku merasa sakit hati ketika beberapa media memberitakan yang longmarch hanya beberapa puluh orang dan itupun kembali ke Ciamis dengan menggunakan bis. "Di situ ghairah saya untuk membela agama kembali memuncak, bahkan ternyata peserta longmarch terus bertambah dari beberapa kota kabupaten yang dilintasi, " ujar Endin. "Ghirah inilah yang membuat NKRI semakin kuat, dimana agama Islam adalah agama yang mengajarkan ketaatan kepada Allah, kepada Rasulullah SAW dan kepada pemimpin, bahkan Islam pula yang mengajarkan doa agar Indonesia menjadi negeri yang thoyyibah atau maju dengan keridhaan dari Allah SWT," paparnya. (Dudy Supriyadi)





























