Pengamat: Ahok Perpanjangan Tangan Taipan 'Sembilan Naga'

Pengamat: Ahok Perpanjangan Tangan Taipan 'Sembilan Naga'
Jakarta, Obsessionnews.com – Aksi Bela Islam Jilid tiga akan berlangsung di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Jumat (2/12/2016). Aksi super damai ini menuntut kepolisian segera menahan Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Menjelang aksi tersebut pengamat politik dan Direktur Eksekutif  The Global Future Indonesia (GFI), Hendrajit, mengatakan, karakter Ahok yang  tidak suka basa basi atau tidak santun bukan menjadi persoalan penting atas kasus penistaan agama saat ini. Akan tetapi Ahok merupakan perpanjangan tangan sembilan naga. ilustrasi taipan sembilan naga. (*/konfrontasi) “Soal pentingnya Ahok merupakan perpanjangan tangan 'Sembilan Naga'. Sebagai operator di tingkat taktik dan modus operandi untuk menjalankan skema dan strategi kepentingan para taipan,” ungkapnya melalui keterangan tertulis kepada Obsessionnews.com, Kamis (1/12/2016) siang. Namun, akibat kasus Al Maidah 51, pria kelahiran Jakarta 8 September 1963 ini menuturkan, Ahok menjadi tidak efektif lagi untuk dimainkan di balik tangan sembilan naga tersebut. “Karena bisa bahaya buat kepentingan taipan selanjutnya. Makanya penetapan P21 oleh kejaksaan, bagi saya bukan hal yang mengejutkan,” tutur Hendrajit. Ia melanjutkan, demonstrasi yang akan dilakukan pada 2 Desember mendatang dinilai memiliki kekuatan massa dengan tetap menuntut Ahok segera ditahan. “Kalau dihadiri dalam jumlah yang sama seperti Aksi Bela Islam 411 atau bahkan lebih, berarti memang people power buat mendesak Ahok ditahan,” tutupnya. (Aprilia Rahapit)