Iriana Jokowi Canangkan Gerakan Promotif

Padang, Obsesionnews.com - Organisasi Aksi Sosiladaritas Era Kbinet Kerja (OASE-KK bersama Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Kementerian Kesehatan dan Badan Koordinasi Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kamis (1/12/2016) secara serentak melaksanakan pencanangan gerakan promotif preventif dan pemeriksaan Inspeksi Visual Dengan Asam Asetat (IVA) dan Papsmear pada 1.558 titik pelayanan di Indonesia. Di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) kegiatan ini dipuatkan di Pasar Lubuk Buaya yang dicanangkan oleh Ibu Negaran Iriana Joko Widodo. Dalam kunjungannya, Iriana Joko Widodo bersama rombongan isteri Menteri Dalam Negeri (Mndagri) Erni Tjahjo Kumolo, Ida Pratikno dan sejumlah istri menteri kabinet, serta istri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar memberikan arahan bahwa pemeriksaan di Komunitas Pasar adalah upaya jemput bola agar semakin banyak ibu-ibu yang mendapatkan kesempatan diperiksa tanpa harus meninggalkan pekerjaannya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Barat, Rosnini Savitri mengatakan, di Sumbar terdapat 144.453 perempuan usia 30-50 tahun perlu pmeriksaan. Namun saat ini baru 35.273 orang perempuan atau sekitar 24,42 persen yang diperiksa. "Ini masih belum optimal dan kita Pemerintah Provini (Pemprov) Sumbar ingin menemukan lebih banyak lagi, supaya bisa menangani dengan segera agar tidak berlanjut karena penyakitnya lebih lama antara tiga hingga 17 tahun," katanya. Rosnini menjelaskan, dari seluruh pasien yang telah diperiksa, terdapat 649 pasien yang terdeteksi IVA positif atau sekitar 1,84 persen. Dimana angka ini lebih rendah dari nasional yakni 4-5 persen. Untuk mendeteksi kanker serviks tersebut, tes papsmear masih populer dikalangan perempuan sebagai metode skrining ginekologi. Akan tetapi, kaum perempuan dapat mempertimbangkan pengujian medis lainnya yang berfungsi untuk deteksi dini kanker serviks yaitu, inspeksi visual menggunakan Asam Asetat (IVA test) yang lebih mudah dan murah. "Untuk pencapaian tertinggi pemeriksaan IVA dicapai oleh Kota Payakumbuh 223,72 persen dari target yang ditetapkan, diikuti Kota Solok 111,76 persen dan Kota Padang menempati urutan ketiga yakni 72,16 persen telah diperiksa," sebutnya. Sedangkan, untuk angka positif yang tertinggi adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai yaitu 11,11 persen, Kabupaten Sijunjung 7,80 persen, Kabupaten Dharmasraya 7,96 persen, Kabupaten Solok Selatan 6,82 persen dan Kota Pariaman 5,73 persen. "Kami dari Pemprov Sumbar telah berupaya melalu Dinas Kesehatan Sumbar sebanyak 58,21 persen yaitu 156 dari 268 puskesmas sudah dilatih IVA, sehingga IVA test telah dilakukan secara rutin di semua puskesmas, " katanya. Menurut Ronini, kegiatan di Pasar Lubuk Buaya yang diikuti oleh 200 orang pedagang pasar, pengunjung pasar dan kader kesehatan sangat penting. "Jadi, kegiatan ini sangat penting mengingat wanita pedagang dan pengunjung pasar tradisional kebanyakan dari golongan ekonomi menengah kebawah," ujarnya. Dalam kesempoatan yang sama Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan, Maya A. Rusady saat mendampingi Ibu Negara mengatakan, kunjungan ke komunitas pasar ini bukan yang pertama kali dilakukan. Ditempat lain sudah berjalan di komunitas pasar di Medan dan Klaten. Ia mengatakan, jika dalam pemeriksaan itu terdapat JKN-KIS yang positif mengidap kanker serviks, maka, yang bersangkutan dapat menjalani perawatan lebih lanjut dengan fasilitas kesehatan yang bermitra dengan BPJS. "Ini merupakan upaya keseriusan kita pemerintah untuk menekan angka penderita kanker serviks di Indonesia dengan mencanangkan gerakan nasional deteksi dini kanker pada perempuan," katanya. Berdasar data peserta BPJS Kesehatan, bahwa secara nasional dari bulan Januari hingga Juni 2016, jumlah kasus kanker serviks ditingkat pelayanan rawat jalan tingkat lanjutan mencapai 45.006 kasus, sementara itu rawat inap 9.381 kasus. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)





























