Mulai 2018 Anggaran Dana Desa akan Ditambah Dua Kali Lipat

Tuban, Obsessionnews.com - Presiden Jokowi berjanji akan menambah anggaran untuk program dana desa dua kali lipat dari sebelumnya. Presiden menilai program ini memberikan efek berantai bagi masyarakat di pedesaan. Pernyataan itu disampaikan Presiden Jokowi saat meninjau pelaksanaan proyek dana desa di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Senin (28/11/2016). Proyek dimaksud berupa pembangunan pengerasan jalan dan saluran air. "Ini dalam rangka memberikan efek perputaran uang di bawah di desa di daerah, sehingga masyarakat mendapatkan manfaat dari itu," ujar Jokowi. Untuk diketahui pada tahun 2017 pemerintah mengalokasikan anggaran program Dana Desa sebesar Rp 60 triliun, meningkat dari 2016 yang hanya Rp 47 triliun. Sedangkan untuk 2018 besarannya masih dihitung. "Tahun depannya kemarin sudah kita hitung-hitung, saya mau di dua kali lipatkan. 2018 dua kali lipat tapi masih dihitung. Udah kita udah mulai menghitung seperti, karena apa, karena efek berantainya ke mana-mana," kata Presiden. Selain memberikan manfaat kepada masyarakat pedesaann program Dana Desa juga dinilai tepat sasaran. Berdasarkan evaluasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) 80 persen diantaranya terealisasi dengan baik. "Ada pas lihat proyek apa ya pilok ke desa, lihat seperti apa sih hasilnya dana desa itu. Dan dari samping kami di beberapa desa oleh BPKP 80 persen kena sasaran itu penting sekali," tegas Presiden. Untuk program Dana Desa di Kabupaten Tuban, Presiden Jokowi berjalan dengan bagus. Dari total anggaran Rp 1 miliar setiap desa benar-benar digunakan untuk kepentingan pembangunan infrastruktur dan operasional pemerintah desa. "Ini saya kira akan sangat bagus sekali meskipun yang kita lihat, yang dikerjakan hal-hal yang kecil-kecil untuk pengerasan jalan seperti ini, kemudian utk pembuatan saluran air seperti ini," tukas dia. Jokowi mengakui memang anggaran Dana Desa berasal dari dana sharing bersama dengan pemerintah daerah. Dari total Rp 1 miliar, Rp 600 juta merupakan alokasi pemerintah pusat, sedangkan sisanya yang Rp 400 juta bersumber dari daerah. "Tapi perputaran uang yang ada di desa ini sekali lagi Rp 1 miliar lebih. Tadi saya cek angka-angkanya, kan bagus," ucap Jokowi. (Has)





























