Pengamat: Terlalu Bodoh Kalau Lakukan Rush Money

Jakarta, Obsessionnews.com – Ajakan menarik uang dari bank (rush money) menjadi viral di media sosial, seiring dengan tuntutan para peserta aksi bela Islam kepada Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk segera dipenjarakan. Lalu seperti apa pengamat perbankan menanggapi hal tersebut? Pengamat perbankan sekaligus Direktur First Asia Capital, David Sutyanto mengungkapkan, dirinya tidak yakin dengan adanya rush money. “Saya gak mau berandai-andai. Karena saya yakin tidak akan terjadi, karena orang Indonesia terlalu bodoh kalau mau rush money,” katanya kepada Obsessionnews.com, Jumat (25/11/2016) pagi. Ia menuturkan, tindakan akan niat rush money tidak memiliki dasar yang kuat. Dan jika dilakukan maka akan merugikan banyak pihak. “Istilahnya lebih banyak ruginya dari pada untungnya, untungnya rush money apa sih? Hampir tidak ada, selain bertujuan untuk kepentingan segelintir orang. Sedangkan ruginya banyak sekali, mulai dari ekonomi tidak stabil dan lainnya,” tuturnya. Ia meyakini, masyarakat Indonesia khususnya yang memiliki uang tidak akan mudah dan bodoh untuk melakukan rush money. “Karena kalau sampe mereka melakukannya, mereka juga rugi. Kalau memang benar terjadi, bisa seperti kejadian 1998 lagi. Perekonomian akan sulit, dari makan, cari kerja, negara kelaparan. Karena kalau perbankan di rush, dipastikan efeknya akan domino. Makanya kalau ada krisis perbankan duluan yang diselamatkan,” tutup David. (Aprilia Rahapit)





























