Parmusi Kutuk Genosida Terhadap Muslim Rohingya

Parmusi Kutuk Genosida Terhadap Muslim Rohingya
Jakarta, Obsessionnews.com – Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP Parmusi) mengutuk keras Pemerintah Myanmar yang melakukan genosida terhadap muslim Rohingya. Hingga saat ini, tindakan kejam itu telah menewaskan ratusan muslim Rohingya dengan cara yang sangat mengerikan. Pernyataan PP Parmusi itu dikemukakan dalam Surat Pernyataan Sikap bernomor: 153/B/Sek/PP/02/1438 yang ditandatangani Ketua Umum PP Parmusi Usamah Hisyam dan Sekretaris Jenderal PP Parmusi Abdurahman Syagaff. “Kekejaman yang dipertontonkan oleh Pemerintah Myanmar terhadap muslim Rohingnya selama beberapa tahun ini telah mencapai titik nadir,” ujar Ketua Umum PP Parmusi, Usamah Hisyam, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Obsessionnews.com, Jumat pagi (25/11/2016). Terdapat delapan butir pernyataan yang dikemukakan PP Parmusi dalam Surat Pernyataan Sikap tersebut. Pertama, PP Parmusi mengutuk keras atas genosida yang dilakukan Pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya di Myanmar. Kedua, mendesak pemerintah Indonesia untuk secepat mungkin memutuskan hubungan diplomatik dengan menarik Duta Besar Indonesia di Myanmar dan mengusir Duta Besar Myanmar beserta stafnya dari Indonesia. Ketiga, mendesak PPB untuk memberikan sanksi berat terhadap pemerintah Myanmar, serta juga memberikan perlindungan dan bantuan secepatnya pada muslim Rohingnya, baik yang masih di Myanmar, maupun yang dalam pengungsian. Keempat, mendesak dunia Internasional menjatuhkan sanksi politik dan ekonomi kepada pemerintah Myanmar karena telah melakukan kejahatan kemanusiaan. Kelima, mendesak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk mengambil langkah-langkah strategis dan menjadi inisiator di Asia Tenggara dan PBB untuk menghentikan kekerasan terhadap Muslim Rohingya di Myanmar. Keenam, meminta seluruh organisasi keagamaan di Indonesia untuk mendesak pimpinan atau pemuka umat Budha di Indonesia untuk menghentikan tindakan genosida terhadap umat muslim Rohingnya di Myarmar. Ketujuh, meminta kepada Komite Nobel Internasional untuk membatalkan Penghargaan Nobel Perdamaian Dunia terhadap Aung San Suu Kyi. Dan kedelapan, mendesak Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk bersikap tegas dan melakukan langkah-langkah strategis untuk segera menghentikan pembantaian dan kekejaman militer Myanmar terhadap etnis Muslim Rohingya. Pada kesempatan itu, Parmusi juga turut mendoakan agar muslimin Rohingya diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan. (Fath)