Budayawan Bali: Indonesia Butuh Sosok Seperti Raja Rama

Jakarta, Obsessionnews.com - Di Negara India, terkenal seorang raja Ramacandra atau yang akrab dengan sebutan Rama. Ia adalah seorang raja legendaris yang hidup di zaman tretayuga. Sosok dan kepahlawanannya yang terkenal ini sangat mendunia dan menginspirasi. Tema Raja Rama ini tertuang dalam pertunjukan wayang listrik di Meseum Nasional, Jakarta, Kamis (24/11/2016). Wayang listrik dengan verjta rana ini di gagas oleh I Made Sidia, cerita tersebut ia ungkapkan dengan kondisi Indonesia saat ini yang sedang membutuhkan sosok seperti Rama. "Rama itu rela dia ke hutan, jadi walaupun dia tidak dijadikan pemimpin ia adalah sosok yang jadi panutan dihutan. Bahkan bisa menjalankan dan menciptakan suatu kedamaian, sampai memenangkan Alengka berkat bantuan monyet-monyet dan hanoman karena kerjasamanya yang baik," ungkapnya kepada Obsessionnews.com, Jumat (25/11/2016) siang. Ia melanjutkan, kerjasama dan saling merespon dalam cerita tersebut akhirnya mewujudkan jembatan Situbanda. Yang jika tidak ditolong oleh monyet-monyet maka tidak akan selesai. "Itulah seorang pahlawan kita harus dekat rakyat, masyarakat saling mengisi. Harus respect terhadap pemimpin, dan masyarakat juga jangan bisanya menyalahkan saja. Itu sebenarnya bagi saya banyak filsafat yang tertanam di cerita Rama ini," tuturnya. Selain itu ia melanjutkan, adanya sita yang artinya siti atau tanah yang jika dimaknai sebagai tanah air. Ia menyayangkan tidak sedikit orang sudah tidak mencintai negerinya sendiri. "Banyak yang mau lepas dari Indonesia, lebih mengagumkan luar negeri, Eropa. Kita di Indonesia tidak kekurangan apapun. Kita termasuk negara yang paling kaya dari alam semestanya, jika dimanfaatkan dengan baik maka akan sangat luar biasa. Hanya saja orang kita, mohon maaf tidak memperhatikan kepewayangan karena hanya ingin mementingkan diri sendiri," ucapnya prihatin. Jika dalam kepewayangan orang yang mementingkan dirinya sendiri yang ia gambarkan seperti sosok Rahwana. Dan menurutnya di Indonesia kehadiran sosok seperti Rama sangat berat dan sukar adanya. "Mungkin beberapa waktu sosok rama pernah dimiliki Indonesia, tetapi hanya tidak 100 persen," tutup ayah dari Putu Ari Sidiastini dan Kadek Sugi ini. (Aprilia Rahapit)





























