Aktivis Sumbar Galang Dana untuk Muslim Rohingya

Padang, Obsessionnews.com - Perlakuan Pemerintah Myanmar terhadap muslim Rohinya yang diperlakukan tidak wajar, sudah di luar batas kewajaran. Kondisi yang dialami etnis Rohingya ini menggerakkan rasa solidaritas kemanusiaan aktivis Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Sumatera Barat (Sumbar) ini untuk membantu mereka. Aktivisi FSLDK melakukan penggalangan dana melalui aksi simpatik berjalan kaki sejauh dua kilometer. Mereka bergerak dari Taman Budaya menuju Mesjid Agung Nurul Iman Kota Padang. Sepanjang perjalanan yang mereka lewati mulai dari Jalan Pancasila, Diponegoro, M Yamin dan Jalan Imam Bonjol depan Mesjid Agung Nurul Iman, mereka meminta sumbangan dari pengguna jalan. Ketua FSLDK Sumbar Muhammad Sadri mengtakan, mereka menggelar aksi simpatik dengan penggalangan dana ini sebagai rasa kemanusiaan kepada etnis Rohngya yang diperlakukan secara sewenang-wenang. "Perlakuan yang diterima etnis Rohingya sungguh diluar batas kemanusiaan dan melanggar Hak Azasi Manusia," katanya saat berorasi di depan Mesjid Agung Nurul Iman, Padang, Jumat (25/11/2016) petang.
Dalam aksi yang mereka laksanakan, FSLDK menyampaikan empat tuntutan, mendesak pemerintah Myanmar melalui Kedutaan Besar Myanmar di Indonesia untuk menghentikan tindakan asertif militer yang berujung pada pembantaian etnis Rohingya. Mendesak Pemerintah Indonesia sebagai negara yang telah mendeklrasikan dalam pembukaan konstitusinya untuk ikut melaksanakan ktertiban dunia yang berdasarkan kmedekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka pemerintah Indonesia harus ikut aktif mewujudkan perdamaian di Myanmar. Mminta kepada seluurh elemen mahasiswa, khususnya mahasiswa muslim untuk berpartisipasi aktif dalam menggalang bantuan kemanusiaan bagi etnis Rohingya. Mengajak seluruh komponen masyarakat, khususnya organisasi-organisasi ummat Islam di seluruh Indonesia untuk melakukan aksi solidaritas dan berdoa bersama bagi etnis Rohingya. Aksi penggalangan dana dengan berjalan kaki yang diikuti 150 aktivis FSLDK Sumbar ini berjalan tertib lancar, sejak dimulai sekitar pukul 16.00 WIB hingga membubarkan diri sekitar pukul 18.00 WIB. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)
Dalam aksi yang mereka laksanakan, FSLDK menyampaikan empat tuntutan, mendesak pemerintah Myanmar melalui Kedutaan Besar Myanmar di Indonesia untuk menghentikan tindakan asertif militer yang berujung pada pembantaian etnis Rohingya. Mendesak Pemerintah Indonesia sebagai negara yang telah mendeklrasikan dalam pembukaan konstitusinya untuk ikut melaksanakan ktertiban dunia yang berdasarkan kmedekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka pemerintah Indonesia harus ikut aktif mewujudkan perdamaian di Myanmar. Mminta kepada seluurh elemen mahasiswa, khususnya mahasiswa muslim untuk berpartisipasi aktif dalam menggalang bantuan kemanusiaan bagi etnis Rohingya. Mengajak seluruh komponen masyarakat, khususnya organisasi-organisasi ummat Islam di seluruh Indonesia untuk melakukan aksi solidaritas dan berdoa bersama bagi etnis Rohingya. Aksi penggalangan dana dengan berjalan kaki yang diikuti 150 aktivis FSLDK Sumbar ini berjalan tertib lancar, sejak dimulai sekitar pukul 16.00 WIB hingga membubarkan diri sekitar pukul 18.00 WIB. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73) 




























