KKP Perkuat Hubungan dengan Belanda

Jakarta, Obsessionnews.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Kerja Sama Pembangunan dan Perdaganganh Belanda, Lilianne Ploumen, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/11/2016). Penandatangan ini bertujuan membentuk suatu kerangka kerja untuk penguatan kerja sama di bidang kelautan dan perikanan. Tentunya berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menghormati, saling percaya, dan saling menguntungkan. Bidang kerjasama tersebut mencakup pemberantasan Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing, pengembangan perikanan dan budidaya berkelanjutan, pengembangan industri pengolahan perikanan dan pemasaran. Serta pertukaran informasi, data, dan teknologi kelautan dan perikanan, karantina ikan, inspeksi, dan sertifikasi, peningkatan kapasitas, pelatihan dan bantuan teknis, juga pertukaran sumber daya manusia. Susi mengatakan, sektor kelautan dan perikanan, merupakan salah satu sektor yang berpotensi besar untuk dikembangkan dalam kerja sama antara Indonesia dan Belanda.
Hasil perjanjian ini akan membentuk Sub Kelompok Kerja (SWG) Kelautan dan Perikanan, yang terdiri atas perwakilan terkait dari masing-masing penandatangan serta perwakilan institusi pelaksana teknis MoU. Kedua negara sepakat memulai satu proyek percontohan SPS e-certification ikan dan produk perikanan, serta pertukaran langsung sertifikat elektronik Sanitary and Phyto-Sanitary (SPS). Selain itu, turut sepakat mengimplementasikan rekomendasi Badan Pusat Fasilitasi Perdagangan dan Bisnis Elektronik Perserikatan Bangsa Bangsa (UNCEFACT) tentang Bukti Digital untuk mengantisipasi sertifikasi berbasis bukan kertas. Secara bersama-sama mempromosikan fasilitasi digital perdagangan ikan dan produk perikanan. Penandangan ini juga turut disaksikan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte. Jokowi menilai, kehadiran Mark yang didampingi oleh tiga orang menteri serta 200 pengusaha Belanda ini sebagai komitmen yang tinggi dari Belanda untuk terus memperkuat hubungan dengan Indonesia. “Kami menyambut baik penandatanganan pelatihan diplomatik, penguatan pertukaran informasi terkait dengan manajemen resiko, pelatihan kejuruan dengan proyek rintisan dalam bidang pertanian, bidang perubahan iklim, pengelolaan sampah, dan sirkuler ekonomi, juga di bidang kelautan dan perikanan,” tutur Jokowi. (Popi Rahim)
Hasil perjanjian ini akan membentuk Sub Kelompok Kerja (SWG) Kelautan dan Perikanan, yang terdiri atas perwakilan terkait dari masing-masing penandatangan serta perwakilan institusi pelaksana teknis MoU. Kedua negara sepakat memulai satu proyek percontohan SPS e-certification ikan dan produk perikanan, serta pertukaran langsung sertifikat elektronik Sanitary and Phyto-Sanitary (SPS). Selain itu, turut sepakat mengimplementasikan rekomendasi Badan Pusat Fasilitasi Perdagangan dan Bisnis Elektronik Perserikatan Bangsa Bangsa (UNCEFACT) tentang Bukti Digital untuk mengantisipasi sertifikasi berbasis bukan kertas. Secara bersama-sama mempromosikan fasilitasi digital perdagangan ikan dan produk perikanan. Penandangan ini juga turut disaksikan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte. Jokowi menilai, kehadiran Mark yang didampingi oleh tiga orang menteri serta 200 pengusaha Belanda ini sebagai komitmen yang tinggi dari Belanda untuk terus memperkuat hubungan dengan Indonesia. “Kami menyambut baik penandatanganan pelatihan diplomatik, penguatan pertukaran informasi terkait dengan manajemen resiko, pelatihan kejuruan dengan proyek rintisan dalam bidang pertanian, bidang perubahan iklim, pengelolaan sampah, dan sirkuler ekonomi, juga di bidang kelautan dan perikanan,” tutur Jokowi. (Popi Rahim)




























