Jokowi Bersyukur Tensi Politik Sudah 'Adem'

Jakarta, Obsessionnews.com - Presiden Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia merupakan sebuah bangsa yang majemuk. Kemajemukan yang dimiliki Indonesia tersebut merupakan suatu anugerah dari Allah yang telah diberikan. Oleh karenanya, presiden mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan merawat kemajemukan Indonesia tersebut. Hal disampaikan Jokowi dengan melihat kondisi terkini Ibu Kota menjelang Pilkada Serentak 2017. Tensi politik yang kian panas membuat para pihak saling 'serang'. Akan tetapi bagi Presiden Jokowi yang terpenting adalah siatuasi sudah semakin kondusif. "Sebetulnya tidak panas, hanya hangat. Apalagi sekarang ibu-ibu muslimat NU hadir di Jakarta. Semuanya menjadi sejuk, semuanya menjadi dingin kembali, alhamdulillah," ujarnya saat membuka Kongres XVII Muslimat Nahdlatul Ulama di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (24/11/2016). Presiden kemudian mengingatkan mengenai keberagaman bangsa ini. Setidaknya terdapat 646 bahasa lokal dan sekitar 1.128 suku yang ada di Indonesia. Ketenteraman di antara segala keberagaman tersebut haruslah dijaga dengan baik. "Tadi disampaikan oleh Kyai Said Aqil Siradj, yang satu suku saja bisa berperang, kita ini ada 1.128. Ini yang perlu saya ingatkan, kita jaga, kita rawat bersama. Saya setiap datang ke provinsi, setiap datang ke pulau-pulau kecil, setiap datang ke kabupaten/kota betul-betul merasakan sekali betapa kita memang berbeda-beda," terangnya. Selain itu, presiden juga terus mengajak kepada seluruh masyarakat untuk dapat saling melindungi dan menghargai satu sama lainnya. Sudah selayaknya bahwa mayoritas melindungi minoritas. Sebaliknya, yang minoritas juga menghormati yang mayoritas. "Marilah yang mayoritas itu melindungi yang minoritas. Tetapi yang minoritas juga harus menghormati dan mengharai yang mayoritas. Saling melindungi, saling menjaga, saling menghargai. Inilah keindonesiaan kita. Kita sering lupa ini," tegas presiden. Dalam sambutannya terungkap bahwa Presiden Jokowi sendiri selama ini selalu diingatkan oleh sejumlah pihak mengenai keberagaman Indonesia ini. Termasuk salah satu di antaranya ialah oleh Ibu Sinta Nuriyah Wahid, Ibu Negara Indonesia ke-4. "Saya sering diingatkan oleh Bu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, mengenai keberagaman, mengenai kemajemukan kita, untuk hati-hati. Kalau bertemu, beliau selalu mengingatkan saya kalau itu adalah anugerah dari Allah yang diberikan kepada kita yang harus kita rawat," ungkapnya. (Has)





























