KKP Rekrut 30 Persen Generasi Berprestasi Nongkrong di KKP

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menerapkan program golden handshake (pensiun dini secara sukarela kepada pegawai) pada tahun 2017 mendatang. Hasil program tersebut, KKP akan merekrut 30 persen dari total lowongan Pegawai Negeri Sipil (PNS) buat anak-anak muda berprestasi yang tersebar di universitas-universitas terbaik di Indonesia. “Kemudian dari jumlah golden handshake, kita akan merekrut 30 persen dari anak-anak berprestasi dari universitas terbaik,” ujar Menteri KKP Susi saat memberikan arahan di hadapan para pegawai KKP dalam acara Town Hall Meeting di Ballroom KKP , Gedung Mina Bahari III, Jakarta, Rabu (23/11/2016). Dirinya berkeyakinan, dengan program golden handshake akan membuat kinerja KKP lebih bagus lagi. Anggarannya nanti akan dipersiapkan. “Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa jalan,” ujarnya. Susi mengungkapkan keprihatinannya atas situasi politik Indonesia yang sedang kurang baik dalam 1-2 bulan ini. Karena hal tersebut mempengaruhi pola keuangan negara dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional Indonesia. Susi berharap, KKP tidak ikut membebani keuangan negara dengan menghambur-hamburkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dititipkan negara kepada KKP. Susi menyarankan semua pegawai yang berada di bawah kepemimpinannya untuk berhemat dalam penggunaan APBN. “Saya mengingatkan, tidak boleh kita skeptik soal anggaran. Kita mestinya punya keprihatinan dan solusi untuk negara. Saya minta perjalanan dinas yang tidak perlu di-cut (potong). Kita hemat semampu kita. Saya yakin jika semua departemen melakukan hal yang sama, pemerintah bisa simpan Rp300-400 triliun,” jelas Susi. Penghematan APBN dapat dialokasikan ke bantuan masyarakat, baik dalam bentuk barang maupun pembangunan infrastruktur, kata Susi. “In-efisiensi APBN kita tekan sebanyak mungkin. Saya minta penggunaan anggaran dan pemprioritasan program dimanfaatkan untuk stakeholder kita dan perbaikan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Susi. Lebih lanjut Susi menegaskan, diperlukan kepedulian pegawai dalam bekerja. Kepedulian terhadap negara dan kesadaran bahwa APBN wajib dialokasikan dengan tepat akan melahirkan generasi bangsa yang mandiri dan tidak tergantung pada negara lain. “Kalau kita tidak peduli, kita akan terus tergantung pada negara lain. Dan generasi-generasi seterusnya akan menjadi generasi yang tidak care (peduli). Kita punya peranan untuk mengubah hal-hal tersebut bisa terjadi. Saya pikir kita semua wajib memiliki kesadaran akan hal tersebut. Scepticsm (keraguan) tidak perlu ada. We have to change,” tutup Susi.





























