Kapal Marinir Belanda Hilang, Jokowi dan PM Rutte Sharing Data

Kapal Marinir Belanda Hilang, Jokowi dan PM Rutte Sharing Data
Jakarta, Obsessionnews.com - Presiden Jokowi dan Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte sepakat kerjasama sharing data mengenai barang-barang peninggalan sejarah. Kerjasama ini diharapkan dapat menghentikan peristiwa kehilangan artefak barang peninggalan sejarah yang sudah terjadi sebelumnya. Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan kerjasama ini sebagai respon atas protes pemerintah belanda kepada Indonesia terkait dengan hilangnya bangkai kapal perang negara itu di Laut Jawa. Tiga kapal marinir Belanda tenggelam di Laut Jawa dalam pertempuran dengan Jepang pada Februari 1942. "Jadi kerjasama sharing data mengenai apa sih data yang mereka miliki mengenai hal-hal di bawah laut," ujar Menlu usai mendampingi Presiden Jokowi menerima kunjungan PM Belanda Mark Rutte di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/11/2016). Dikatakannya Indonesia adalah negara yang sering menjadi korban hilangnya barang-barang artefak penginggalan sejarah, tidak hanya yang dialami negara lain seperti Belanda dan Inggris. Maka kerjasama ini sangat disambut antusias oleh Presiden Jokowi. "Dan presiden dan PM sepakat bahwa kita akan bekerjasama agar peristiwa-peristiwa kehilangan atau pencurian artefak-artefak barang peninggalan sejarah itu dapat dikurangi atau duihentikan. Itu komitmen antara presiden dan PM," katanya. Belanda telah mengirimkan protes kepada Indonesia terkait dengan hilangnya bangkai kapal perang negara itu di Laut Jawa. Menteri Pertahanan Belanda Jeanine Hennis-Plasschaert mengatakan, tiga kapal marinir Belanda yang tenggelam itu adalah Hr Ms Kortenaer, Hr Ms Java, dan kapal perang andalan Hr Ms De Ruyter yang panjangnya 170 meter. Dalam perang laut besar melawan Jepang di Laut Jawa tahun 1942, Belanda kehilangan 1.200 pelaut. Kini, menjelang peringatan 75 tahun peristiwa itu, Belanda ingin merayakan dan mendirikan monumen peringatan. Namun, ternyata bangkai-bangkai kapal itu sudah tidak ada di tempatnya ditemukan dulu. Padahal, hampir 15 tahun lalu, penyelam menemukan bangkai ketiga kapal itu di dasar Laut Jawa. Tim penyelam hanya menemukan jejak-jejak tenggelamnya kapal, tetapi kapalnya sendiri tidak ada lagi. Tidak hanya Belanda yang kehilangan kapal perangnya. Inggris juga mendesak pemerintah Indonesia untuk menyelidiki keberadaan bangkai kapal Angkatan Laut Inggris yang juga tenggelam dalam perang laut besar tahun 1942 itu. Juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan di London, pemerintahnya terkejut dengan berita hilangnya bangkai sejumlah kapal Royal Navy yang tampaknya telah diambil secara ilegal dan dijual sebagai besi tua. Sebelumnya, harian Inggris Guardian melaporkan bahwa tiga kapal Inggris dan satu kapal selam AS sudah dipereteli secara ilegal oleh pemulung besi tua. Kementerian Pertahanan Inggris bahkan menyatakan, sebuah tim investigasi internasional kini sudah dibentuk dan sedang melakukan penyelidikan. Dua tahun lalu, militer AS juga menyatakan adanya "gangguan ilegal terhadap lokasi kuburan militer" di Laut Jawa. Yang dimaksud adalah bangkai kapal USS Houston, yang tenggelam di Selat Sunda dengan 650 sedadu dan pelaut. (Has) Area lampiran