MUI Akan Ikut Pertemuan Bahas Tragedi Kemanusiaan di Myanmar

MUI Akan Ikut Pertemuan Bahas Tragedi Kemanusiaan di Myanmar
Jakarta, Obsessionnews.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) berencana ikut dalam pertemuan di Kuala Lumpur, Malaysia akhir November ini untuk membahas tragedi kemanusiaan menimpa Muslim Rohingya di Myanmar. Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Kerja Sama dan Hubungan Luar Negeri, Muhyiddin Junaidi, pihaknya akan menghadiri pertemuan ormas-ormas Islam di Kuala Lumpur. "Insya Allah 26-27 November nanti ada pertemuan di Kuala Lumpur," kata Muhyiddin di Jakarta, Senin (21/11/2016). Muhyiddin menjelaskan, pertemuan yang digagas Rabithah Al-Alam Al-Islamy itu untuk membahas bantuan yang akan diberikan dari berbagai negara sekaligus melakukan koordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). MUI menilai tragedi kemanusiaan ini merupakan permasalahan komunal dan bertentangan dengan Piagam HAM PBB. Oleh karenanya, MUI mengajukan empat tuntutan. Pertama, MUI meminta pemerintah Myanmar mengakui kewarganegaraan Muslim di Rohingya. Kedua, MUI meminta HAM dijaga dan dihormati. Ketiga, MUI meminta berbagai atribut keagamaan terutama Islam untuk dipelihara dan diproteksi. Dan yang keempat, MUI meminta biksu-biksu Myanmar untuk tidak menyulut pertikaian yang akan menimbulkan aksi kekerasan kepada Muslim Rohingya. "Bahkan MUI sudah sampaikan undangan ke biksu-biksu ‘garis keras’ di sana untuk berkunjung ke Indonesia, tinggal, dan melihat bagaimana kerukunan yang ada," ujar Muhyiddin. Cara ini, menurutnya, untuk memberikan gambaran nyata kepada biksu-biksu itu bagaimana umat Islam dan Budha bisa hidup berdampingan, serta memahami bagaimana semua atribut keagamaan seperti candi-candi dipelihara dan bukan dirusak. Meski undangan itu belum dipenuhi, Muhyidin mengatakan bahwa MUI akan mencoba langkah-langkah lain agar perdamaian terwujud di Rakhine. (Fath)