Pengusaha Sumbar Desak Gubernur Evaluasi Konsep MM

Pengusaha Sumbar Desak Gubernur Evaluasi Konsep MM
Padang, Obsessionnews.com- Lintas Organisasi Ritel Sumatera Barat (Sumbar) mendatangi gedung DPRD Sumbar. Kedatangan mereka guna meminta anggota dewan supaya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menunda pengoperasian Minang Mart (MM) yang direncanakan Jumat (18/11/2016). Pengusaha yang datang ini berasal dari sembiln organisasi diantaranya Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Asosiaski Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Asosiasi Pedagang P dan D Kelontong (AP2DK), Asosiasi Pedagang Ritel dan Grosir (APRIS). Ketua Aprindo Sumbar Firdaus Abdul Djalil mengatakan, mereka tidak menolak keberadaan MM di Sumbar jika sesuai dengan konsep awal MM digagas. "Yang kami kritisi disini adalah konsep MM itu sudah bergeser dari awal dilaunching. Cita-cita awal MM didirikan melibatkan Bank Nagari, PT Jamkrida dan PT Grafika Jaya Sumbar dengan merangkul pelaku usaha di Sumbar," katanya usai pertemuan dengan anggota Komisi II dan III DPRD Sumbar, Kamis (17/11/2016). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Khusus II ini, mereka diterima oleh anggota Komisi II, Rahmad Saleh dan anggota Komisi III Afrizal. Menurutnya, keberadaan PT Retail Modern Minang, diluar tiga insitusi Bank Nagari, PT Jamkrida dan PT Grafika Jaya Sumbar sudah tidak sesuai dengan konsep awal digagas. Maka dari itu, mereka meminta kepada Gubernur Sumbar supaya mengevaluasi kembali dan kembali kepada konsep awal, yaitu memberdayaan ekonomi masyarakat. Sebelumnya Direktur PT RMM Syaiful Bakhri membantah bahwa konsep pengelolaan MM lebih mengedepankan kemitraan daripada mengedepankan Frenchise atau waralaba yang jadi anggapan orang selama ini. “Kita bukan frenchise ataupun waralaba, jadi kita bermitra dengan mereka semua,” katanya usai menghadiri syukuran rumah dinas gubernu Minggu (16/10/2016). Sebagai mitra, seluruh kedai masyarakat yang bergabung akan diberdayakan seperti bantuan sistem IT dan pelatihan karyawan dalam hal pelayanan kepada konsumen. “Selama ini pelayanan di mini market lokal belum begitu maksimal kepada konsumen seperti yang saya lihat, sehingga nanti dengan ada pelayanan ini mendapatkan keuntungan lebih,” katanya. Syaiful mengatakan, harga yang dijual di MM tidak akan dijual murah, harga minimal sama dengan yang ada di sistem, jika dijual murah ada tujuan untuk mematikan sistem. “Dengan ada sistem itu, mitra akan terbantu untuk mengelola perusahaannya, sehingga dengan ada sistem akan ketangkap berapa keuntungan penjualannya,” ulasnya. Produk yang dijual dari hasil hasil olahan lokal dan produk dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sekitar 20 hingga 30 persen. Pemasok barang bekerjasama dengan PT Grafika Jaya Sumbar sebagai penyedia berikut distributor produk nasional. “Saya jamin barang tidak ada dari yang lain, semuanya dari distributor nasional. Karena yang tentuin barang masuk itu saya,” katanya. Dijadwalkan Jum'at (18/11/2016) besok akan dibuka outlet MM di Kota Padang. Tahap awal, outlet MM di Kota Padang terdapat sembilan, lima outlet diantaranya milik RMM berikut modal sendiri sedang empat outlet kemitraan. Lima outlet milik RMM di kawasan Lubuk Begalung, Sutomo, Sawahan, Gurun Laweh dan Kantor Pos Jalan Bagindo Aziz Chan. Sedangkan empat outlet berada di Gunung Pangilun, Pasar Baru, Ujung Gurun, Indarung. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)