Inilah Pengidap Lupus yang Akhiri Kesulitan

Inilah Pengidap Lupus yang Akhiri Kesulitan
Bandung, Obsessionnews.com - Tidak banyak orang yang mampu bangkit dari keterpurukan. Bahkan tidak sedikit orang yang mengakhirinya dengan memutus urat nadinya atau bunuh diri. Stres, putus asa dan ketidakpasrahan mengakibatkan sedikitnya 800 ribu orang tiap tahunnya mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Bahkan menurut data WHO sedikitnya 40 orang di dunia setiap detiknya nekad bunuh diri. Orang yang satu ini, tentu bisa dicontoh dan menjadi inspirasi bagi kawula muda. Dialah Ananda Ramartha yang sukses membawa dirinya menjadi founder Pru Maharam yang banyak bergerak pada sisi sosial dan kemanusiaan. Saat berbincang dengan Obsessionnews.com, Rabu (16/11/2016) malam, di Spasial Cafe kawasan Gudang Selatan Bandung, ibu muda berparas cantik yang hobi menyanyi dan menulis ini sukses menerbitkan novel karyanya, Melodi Damarabika. Sebuah novel persahabatan dua manusia dikemas begitu apik yang disusunnya sejak 2008 lalu, sampai akhirnya dia mengalami penyakit yang berat dan secara pengetahuan manusia sulit untuk disembuhkan. Itulah penyakit Lupus. nanda2 Lupus merupakan kelainan darah akut ITP (ideophatic thrombocytopenic purpura) yang menyerang trombosit, menyebabkan lebam dan pendarahan hidung hampir setiap hari. Lalu arthritis yang menyebabkannya tidak bisa tidur selama tiga bulan sampai sempat lumpuh sementara, dan juga hypertiroid yang mengganggu jantung juga emosinya. "Pada puncak penyakit saya yang waktu itu dirasakan sangat berat, ayah langsung membopong saya, saat tak sadarkan diri dan mengalami perawatan yang cukup lama, " katanya. Singkat cerita dengan menggunakan metode di luar medis modern, ia berhasil sembuh total dan berhenti mengonsumsi steroid hingga kini. Memang mustahil bagi seorang penyandang lupus seperti dia, sehingga ia kuatkan niat dirikan perusahaan penerbitan pada akhir 2015 lalu. Ananda yang dilahirkan di Bali dan besar di kota Bandung memang memiliki banyak talenta. Selain menulis, ia pun pandai bernyanyi layaknya para penyanyi di layar kaca. Namun keinginan besarnya saat ini masih menggebu, yaitu keinginan untuk selalu berbagi dan memberikan bantuan bagi penyandang Lupus di Indonesia. "Saya tetap ingin berbuat sesuatu untuk teman-teman lupis saya, meskipun belum tau apa itu bentuk pemberiannya," cetusnya. nanda4 Niat yang baik, akan diiringi dengan kemudahan, ternyata ia diberi kemudhan dari Yang Maha Kuasa untuk mendirikan Pru Maharam sebagai awal tujuannya, dan wadah untuk merealisasikan berbagai keinginannya tersebut. Kemudahan lain dari niat tulus itu akhirnya berbuah manis Ananda dan tim membentuk sebuah program yang dinamakan Lupie Mandiri yang bertujuan untuk memberikan bantuan modal usaha kepada penyandang Lupus yang tidak mampu, dan tidak memungkinkan untuk tetap bekerja. Hingga April 2013 lalu sedikitnya sudah 13.300 jiwa di Indonesia sudah terjangkit penyakit Lupus ini, di mana Autoimun Autoimun terjadi saat kekebalan tubuh atau imunitas seseorang menyerang tubuhnya sendiri. Tipe Autoimun ada ratusan, tergantung apa yang terserang oleh imunitasnya. Salah satu jenis terfatal dari Autoimun adalah Lupus, dimana imunitas menyerang lebih dari satu jaringan atau organ pada tubuh. Ananda sendiri alami tiga jaringan terserang oleh imunitasnya sendiri, yang disebut lupus SLE (Systemic Lupus Erythematosus). "Seorang penyandang Lupus tidak boleh sama sekali mengalami stres yang membebani pikiran. Jika hal itu terjadi maka penyakit tersebut akan kambuh dan meruntuhkan tubuh penyandangnya, maaka dari itu banyak dari penyandang lupus yang dilarang bekerja demi menjaga keseimbangan pikiran dari stres berlebihan," kata Nanda sapaan akrabnya. Nanda pun merasakan langsung atas kebutuhan dan pengeluaran akan obat penekan imunitas khususnya kostikosteroid terus berjalan setiap hari, hingga seumur hidup untuk menyokong kesehatannya. "Nah dari lima ratus buku yang terjual, yang pada saat peluncuran ini dipatok dengan harga 75 ribu rupiah akan dikumpulkan dan dialokasikan kepada penyandang lupus tidak mampu, yang diseleksi berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu," ujarnya. Selain itu, tandas ibu muda yang tahun 2011 lalu ditinggal suami tercinta Kemp Martha asal Singaraja. Bali, untuk selamanya karena mengidap Meningitis, Pru Maharam, ini juga bekerja sama dengan Life Transformation Center untuk membuka jalur konseling bagi para penyandang lupus yang menerima bantuan dan membutuhkan konsultasi tentang kewirausahaan. Nanda menguraikan, novel Melodi Damarabika menceritakanTyo Damar, seorang musisi jenius dan tampan dengan karier paling cemerlang di Asia, memutuskan untuk bersembunyi dan mengasingkan diri dari dunia yang membesarkan namanya. nanda3 Masih menurut Nanda, di tempat persembunyiannya tersebut , Tyo sangat bahagia saat bertemu lagi dengan Rara Hanum sahabatnya, setelah dua belas tahun lamanya terpisah. "Tapi sambutan dan ucapan Rara yang dingin membuatnya terguncang,Tyo baru teringat, bahwa dia pernah melakukan kesalahan di masa SMA dulu. Sejak itu dia pun terus bertekad untuk mendapatkan kembali kepercayaan Rara," papar Nanda. Saat Tyo Damar bertekad pada sesuatu, dunia seakan selalu menurutinya, berawal dari secangkir kopi Damarabika, dan setangkai mawar kuning yang diberikannya kepada Rara setiap pagi, pintu maaf Rara akhirnya perlahan mulai terbuka. Meski persahabatan mereka terjalin erat kembali, timpal Nanda, namun Tyo tetap tidak bisa menjawab dengan jujur perihal alasan persembunyiannya di Yogyakarta. Karena sejujurnya, dia sendiri pun tidak tau apa yang dicarinya. "Di bawah pohon beringin Kembar Alun-alun Kidul Yogya, dan di kemeriahan Festival Damar Hujan, persahabatan mereka berdua kembali menghadapi ujian. Ketakutan terbesar Tyo menjadi kenyataan saat seluruh rahasianya terungkap tepat di hadapan Rara," ujar Nanda lagi. Dalam kalut, menurut Nanda, Tyo harus mengambil keputusan. Haruskah dia tetap tinggal ataukah pergi lagi seperti dulu? Padahal dia mulai menyadari, bahwa hal yang dicarinya selama ini, sudah berada tepat di samping pintu rumahnya sendiri. Tyo memang bersembunyi dari dunia,tapi dunia baru malah terbuka untuknya. "Ya gitulah ceritanya, ayolah beli karena dengan membeli novel Melodi Damarabika, Pru Readers berarti sudah berkontribusi terhadap dukungan kemandirian finansial penyandang lupus," ajak Nanda. (Dudy Supriyadi)