Korban Bom Gereja Oikumene Diberi Trauma Healing

Padang Pariaman, Obsessionnews.com - Staf Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dikirim ke Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) pasca ledakan diduga bom di depan Gereja Oikumene terjadi pada hari Minggu (13/11/2016). Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise, mengatakan, staf yang dikirim untuk memberikan advokasi sekaligus trauma healing kepada keluarga korban "Kami tetap berkoordinasi untuk menangani kasus ini bersama-sama dengan pihak kepolisian. Kami membeikan trauma healing kepada keluarga yang anak-anaknya menjadi korban," katanya usai Peluncuran Gerakan masyarakat Hidup Sehat (Germas) Selasa (15/11/216) siang. Yambise mengatakan, aksi diduga bom molotov yang memakan korban termasuk anak-anak ini sesuatu yang tidak pernah terpikirkan bisa terjadi. "Ini aksi yang saya rasa tidak pernah kita terpikirkan terjadi seperti itu," katanya. Diketahui pada Minggu (13/11/2016) terjadi ledakan diduga bom molotov di depan Gereja Oikumene Kecamatn Lo Janan IIir, Kota Samarinda Kaltim. Ledakan yang terjadi sekitar pukul 10.00 WITA ini memakan korban empat orang temasuk anak-anak. Intan Olivia Marbun (2,5 th) salah satu korban meninggal dunia saat penanganan medis. Bocah perempuan ini meninggal pada Senin (14/11/2016) sekita pukul 04.00 WITA akibat luka bakar yang dialaminya. (Musthafa Rtonga/@alisakinah73)





























