Ketua DPR Yakin Jokowi Tidak Ikut Campur Urusan Ahok

Bekasi, Obsessionnews.com - Ketua DPR RI Ade Komarudin yakin Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ikut campur dalam proses penegakan hukum kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Keyakinan itu muncul setelah Jokowi menyatakan. Berulang-ulang tidak akan melindungi Ahok dalam beberapa forum pertemuan dengan ormas Islam para tokoh agama dan pada saat bertemu dengan jajaran Polri. [caption id="attachment_154821" align="aligncenter" width="640"]
Ketua DPR Ade Komarudin (ketiga dari kiri) bersama Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam (keempat dari kiri).[/caption] "Saya masih meyakini presiden konsisten atas ucapannya itu,” jelas Ade di Bekasi, Jawa Barat, Senin (14/11/2016). Kepada pihak kepolisian, Ade juga meminta aparat tidak mencoba main-main dalam menyikapi tuntutan masyarakat yang begitu besar. Sementara umat Muslim juga meminta tetap tenang, dan tidak mudah terprovokasi dengan isu atau pemberitaan yang tidak benar. “Untuk masyarakat sendiri, silakan sampaikan pendapat, pandangan dan sikap, tapi jangan anarkis. Tolong perhatikan kesatuan dan persatuan nasional," ujarnya. Politisi Partai Golkar ini juga menyadari gejolak kasus kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok begitu besar di akar rumput. Menurutnya, ini bisa menjadi pelajaran penting bagi siapa saja atau kepala pemerintahan agar tidak berbicara SARA. "Apalagi dalam masa Pilkada DKI. Terlebih lagi yang diserempet adalah agama yang bukan merupakan agamanya," jelasnya. (Albar)
Ketua DPR Ade Komarudin (ketiga dari kiri) bersama Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam (keempat dari kiri).[/caption] "Saya masih meyakini presiden konsisten atas ucapannya itu,” jelas Ade di Bekasi, Jawa Barat, Senin (14/11/2016). Kepada pihak kepolisian, Ade juga meminta aparat tidak mencoba main-main dalam menyikapi tuntutan masyarakat yang begitu besar. Sementara umat Muslim juga meminta tetap tenang, dan tidak mudah terprovokasi dengan isu atau pemberitaan yang tidak benar. “Untuk masyarakat sendiri, silakan sampaikan pendapat, pandangan dan sikap, tapi jangan anarkis. Tolong perhatikan kesatuan dan persatuan nasional," ujarnya. Politisi Partai Golkar ini juga menyadari gejolak kasus kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok begitu besar di akar rumput. Menurutnya, ini bisa menjadi pelajaran penting bagi siapa saja atau kepala pemerintahan agar tidak berbicara SARA. "Apalagi dalam masa Pilkada DKI. Terlebih lagi yang diserempet adalah agama yang bukan merupakan agamanya," jelasnya. (Albar) 




























