Pohon Tumbang dan Banjir Kepung Bandung Raya

Bandung, Obsessionnews.com - Banjir kepung kota Bandung dan sekitarnya. Hujan dengan intesitas lebat disertai angin kencang terjadi, Minggu (13/11/2016) mulai pukul 12.30 -15.00 Wib. Drainase atau saluran air yang buruk mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah, baik Bandung Utara, Bandung Selatan, pusat kota Bandung, Bandung Barat dan Bandung Timur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi dan sekitarnya dengan keringgian beragam mulai dari 50 cm-1,5 meter. Edi Suwandi warga Pagarsih mengaku sudah bosan dengan banjir yang kerapkali terjadi di daerahnya, bahkan selama satu bulan terakhir banjir sudah menelan korban jiwa di Bandung utara dan 4 buah mobil hanyut. "Banjir dikawasan Pagarsih memang karena kiriman dari Bandung utara, namun drainase disini juga jelek ya lebih parah deh, " ujarnya. Sejumlah kawasan di Bandung yang dilanda banjir antara lain kawasan Stasiun KA Bandung, RS Cicendo Bandung, Pagarsih, Nangkasuni, Pelindung Hewan, Pasar Kordon, Setiabudi, Sukajadi, Sukagalih, Rancaekek, Parakan Muncang dan Cimahi.
Meluapnya sungai Citepus, Cikakak yang bermuara Citarum dan akhirnya sungai Citarum Dayeuhkolot dan Baleendah kembali terendam banjir setinggi 2 meter. Selain banjir, terjadi pula pohon tumbang menimpa sejumlah rumah dan angkutan kota dibstasiun halte Bandung. Sementara itu Bandung, Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil beserta 4 pimpinan daerah se-Bandung Raya lainnya menandatangani Kesepahaman Bersama tentang penanganan banjir di cekungan Bandung Raya. PLH Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar juga turut menandatangani kesepahaman tersebut. Penandatanganan dilakukan di Aula Barat Gedung Sate, Kamis lalu (10/11/2016). Ridwan Kamil menyambut gembira adanya komitmen tersebut. Menurutnya, hal ini akan dapat memudahkan koordinasi antar daerah sebab urusan banjir ini bersifat multisektoral. “Saya sangat gembira karena ini yang ditunggu-tunggu, bahwa urusan banjir itu ada di lima kota/kabupaten. Masing-masing kami nggak bisa melewati batas kecuali dikoordinasikan oleh provinsi. Dengan lahirnya badan koordinasi ini tentunya kami enak,” ujar Ridwan.
Selama ini, Ridwan menambahkan, koordinasi antar wilayah di Bandung Raya ini kurang begitu baik sebab tiap-tiap pimpinan daerah perlu menghormati batas-batas wilayah masing-masing. Kini dengan koordinasi yang telah terbentuk, Ridwan akan menyinkronkan program-program yang dimilikinya dengan wilayah terkait. “Kemarin karena nggak ada ini, kan kita mencari solusi versi sendiri-sendiri. Termasuk kayak urusan-urusan inovasi tol air dan lain-lain nanti kita sinkronkan juga,” ucapnya. Salah satu isi dari kesepahaman tersebut adalah mengoptimalkan penanganan banjir Bandung Raya yang dilaksanakan secara komprehensif multipihak berdasarkan pemodelan numerik DAS Citarum Hulu. Pemodelan numerik ini adalah sistem penanganan banjir hasil kajian dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Selain itu, tiap-tiap daerah akan membagi peran dalam format Rencana Aksi Multipihak Implementasi Pekerjaan (RAM IP) untuk pengurangan genangan banjir di Cekungan Bandung Raya yang terbagi menjadi penanganan struktural, non struktural, dan kultural.
Di samping itu, kota/kabupaten di Bandung Raya akan pula mengintegrasikan kebijakan, program, dan kegiatan pemerintahan pusat, pemerintahan daerah Provinsi Jawa Barat, dan pemerintah kabupaten/kota beserta pemangku kepentingan di kawasan Bandung Raya sesuai dengan kewenangannya. Khusus Kota Bandung, Ridwan akan menjalankan perannya dalam mengurangi genangan banjir ini dalam bentuk pembuatan danau retensi, perbaikan gorong-gorong, dan pencanangan program Satu Rumah Satu Sumur Resapan. “Ini bagian yang bisa kami lakukan dalam imajinasi kami,” tandasnya. Hal ini juga merupakan rekomendasi hasil kajian dari Puslitbang SDA Kementerian PUPR. Selain Ridwan Kamil, kesepahaman bersama ini ditandatangani pula oleh Bupati Bandung, Dadang M. Naser;Wakil Wali Kota Cimahi, Sudiarto;Bupati Sumedang yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Zaenal Alimin;serta Bupati Bandung Barat yang diwakili oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bandung Barat, Asep Sodikin. Selain kepala daerah, turut menandatangani pula pihak-pihak pemangku kebijakan terkait pengelolaan sumber daya air di wilayah Bandung Raya, yakni Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Yudha Mediawan;Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika yang diwakili oleh Kepala Stasiun BMKG Bandung, Rifwar Kamin;serta Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang diwakili oleh Kepala Puslitbang Sumber Daya Air, William M. Putuhena. (Dudy Supriyadi) 
Meluapnya sungai Citepus, Cikakak yang bermuara Citarum dan akhirnya sungai Citarum Dayeuhkolot dan Baleendah kembali terendam banjir setinggi 2 meter. Selain banjir, terjadi pula pohon tumbang menimpa sejumlah rumah dan angkutan kota dibstasiun halte Bandung. Sementara itu Bandung, Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil beserta 4 pimpinan daerah se-Bandung Raya lainnya menandatangani Kesepahaman Bersama tentang penanganan banjir di cekungan Bandung Raya. PLH Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar juga turut menandatangani kesepahaman tersebut. Penandatanganan dilakukan di Aula Barat Gedung Sate, Kamis lalu (10/11/2016). Ridwan Kamil menyambut gembira adanya komitmen tersebut. Menurutnya, hal ini akan dapat memudahkan koordinasi antar daerah sebab urusan banjir ini bersifat multisektoral. “Saya sangat gembira karena ini yang ditunggu-tunggu, bahwa urusan banjir itu ada di lima kota/kabupaten. Masing-masing kami nggak bisa melewati batas kecuali dikoordinasikan oleh provinsi. Dengan lahirnya badan koordinasi ini tentunya kami enak,” ujar Ridwan.
Selama ini, Ridwan menambahkan, koordinasi antar wilayah di Bandung Raya ini kurang begitu baik sebab tiap-tiap pimpinan daerah perlu menghormati batas-batas wilayah masing-masing. Kini dengan koordinasi yang telah terbentuk, Ridwan akan menyinkronkan program-program yang dimilikinya dengan wilayah terkait. “Kemarin karena nggak ada ini, kan kita mencari solusi versi sendiri-sendiri. Termasuk kayak urusan-urusan inovasi tol air dan lain-lain nanti kita sinkronkan juga,” ucapnya. Salah satu isi dari kesepahaman tersebut adalah mengoptimalkan penanganan banjir Bandung Raya yang dilaksanakan secara komprehensif multipihak berdasarkan pemodelan numerik DAS Citarum Hulu. Pemodelan numerik ini adalah sistem penanganan banjir hasil kajian dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Selain itu, tiap-tiap daerah akan membagi peran dalam format Rencana Aksi Multipihak Implementasi Pekerjaan (RAM IP) untuk pengurangan genangan banjir di Cekungan Bandung Raya yang terbagi menjadi penanganan struktural, non struktural, dan kultural.
Di samping itu, kota/kabupaten di Bandung Raya akan pula mengintegrasikan kebijakan, program, dan kegiatan pemerintahan pusat, pemerintahan daerah Provinsi Jawa Barat, dan pemerintah kabupaten/kota beserta pemangku kepentingan di kawasan Bandung Raya sesuai dengan kewenangannya. Khusus Kota Bandung, Ridwan akan menjalankan perannya dalam mengurangi genangan banjir ini dalam bentuk pembuatan danau retensi, perbaikan gorong-gorong, dan pencanangan program Satu Rumah Satu Sumur Resapan. “Ini bagian yang bisa kami lakukan dalam imajinasi kami,” tandasnya. Hal ini juga merupakan rekomendasi hasil kajian dari Puslitbang SDA Kementerian PUPR. Selain Ridwan Kamil, kesepahaman bersama ini ditandatangani pula oleh Bupati Bandung, Dadang M. Naser;Wakil Wali Kota Cimahi, Sudiarto;Bupati Sumedang yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Zaenal Alimin;serta Bupati Bandung Barat yang diwakili oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bandung Barat, Asep Sodikin. Selain kepala daerah, turut menandatangani pula pihak-pihak pemangku kebijakan terkait pengelolaan sumber daya air di wilayah Bandung Raya, yakni Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Yudha Mediawan;Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika yang diwakili oleh Kepala Stasiun BMKG Bandung, Rifwar Kamin;serta Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang diwakili oleh Kepala Puslitbang Sumber Daya Air, William M. Putuhena. (Dudy Supriyadi) 





























