DPR: Kebijakan Ekonomi Trump Membahayakan!

Jakarta, Obsessionnews.com - Kemenangan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) membuat cemas Ketua DPR Ade Komarudin. Ia meminta pemerintah waspada karena kebijakan ekonomi Trump dianggap membahayakan. "Di bidang ekonomi saya lihat beliau akan melakukan kebijakan proteksionis. Berarti semua, tidak hanya negara Asia Tenggara, China pun akan kena dampak karena kebijakan proteksionismenya," kata Ade di gedung DPR, Jakarta, Kamis (10/11/2016). Trump sendiri menentang kebijakan pasar bebas dengan sikap proteksionisme, yakni mewajibkan negara berkembang untuk melindungi industri AS dalam setiap menjalankan transaksinya. [caption id="attachment_59551" align="aligncenter" width="640"]
Setya Novanto dan Donald Trump[/caption] Terlebih Trump dinilai banyak orang adalah tipikal orang yang senang mengubah kebijakan yang sudah ada dalam kondisi tidak menentu. Karena itu Ade minta pemerintah tetap waspada. "Sekaligus bagi masyarakat Indonesia juga penuh kekhawatiran karena pandangan politiknya. Trump tidak terlalu banyak mempromosikan gagasannya," kata Ade. Pada saat kampanye Trump mengatakan siap menerapkan bea masuk impor produk China sebesar 45% ke Amerika, untuk melindungi produk dalam negeri AS dari serbuan produk China. [caption id="attachment_60788" align="aligncenter" width="640"]
Harry Tanoe dan Donald Trump[/caption] Trump juga tegas menentang Trans-Pacific Partnership (TPP) kesepakatan antara AS dan 11 negara di kawasan Pasifik yang dicapai tahun lalu untuk meliberalisasi perdagangan, menetapkan standar perdagangan umum dan memotong hambatan. Begitu pula dengan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA), di mana ia akan menarik diri jika tuntutan AS tidak terpenuhi. (Albar) [caption id="attachment_60736" align="aligncenter" width="640"]
Donald Trump dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon (ist)[/caption]
Setya Novanto dan Donald Trump[/caption] Terlebih Trump dinilai banyak orang adalah tipikal orang yang senang mengubah kebijakan yang sudah ada dalam kondisi tidak menentu. Karena itu Ade minta pemerintah tetap waspada. "Sekaligus bagi masyarakat Indonesia juga penuh kekhawatiran karena pandangan politiknya. Trump tidak terlalu banyak mempromosikan gagasannya," kata Ade. Pada saat kampanye Trump mengatakan siap menerapkan bea masuk impor produk China sebesar 45% ke Amerika, untuk melindungi produk dalam negeri AS dari serbuan produk China. [caption id="attachment_60788" align="aligncenter" width="640"]
Harry Tanoe dan Donald Trump[/caption] Trump juga tegas menentang Trans-Pacific Partnership (TPP) kesepakatan antara AS dan 11 negara di kawasan Pasifik yang dicapai tahun lalu untuk meliberalisasi perdagangan, menetapkan standar perdagangan umum dan memotong hambatan. Begitu pula dengan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA), di mana ia akan menarik diri jika tuntutan AS tidak terpenuhi. (Albar) [caption id="attachment_60736" align="aligncenter" width="640"]
Donald Trump dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon (ist)[/caption] 




























