Jokowi Tak Masalahkan Trump atau Hillary yang Terpilih!

Jakarta, Obsessionnews.com - Rakyat Amerika Serikat kini tengah menanti sang pemimpin baru. Euforia penantian tak hanya dirasakan oleh masyarakat di Negara Paman Sam tersebut, tapi juga masyarakat di belahan dunia lainnya. Presiden Jokowi saat diminta tanggapannya meminta agar menghormati proses pemilihan di Amerika Serikat yang saat ini masih berlangsung. Ia juga menekankan bahwa Indonesia menghargai siapapun yang menjadi pilihan rakyat Amerika. "Saya kira harus kita tunggu ya sampai pada penghitungan terakhir, tidak boleh mendahului. Apapun yang menjadi pilihan rakyat Amerika, saya kira kita sangat menghargai," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/11/2016). Presiden meyakini bahwa pemimpin baru Amerika Serikat kelak tidak akan berpengaruh hubungan baik yang telah terjalin antara Indonesia dengan Amerika Serikat selama ini. Amerika Serikat sendiri diketahui termasuk dalam lima besar investor di Indonesia. "Hubungan kita tetap akan baik, terutama hubungan dagang dan investasi. Kita tahu Amerika termasuk investor lima besar di Indonesia. Saya kira tidak akan ada perubahan," ujarnya. Setelah melalui proses pilpres yang melelahkan selama 18 bulan, termasuk berkampanye secara intensif dalam empat bulan terakhir, kini tiba saatnya capres Partai Demokrat Hillary Clinton (69) dan capres Partai Republik Donald Trump (70), menghadapi penilaian akhir dari rakyat AS. Proses perhitungan masih berlangsung, sehingga belum bisa dipastikan siapa pemenangnya. Baik Clinton maupun Trump menyaksikan pilpres secara langsung dari New York yang membuat kota ini dijaga ketat. Sedikitnya 5.000 polisi dikerahkan untuk menjaga pesta demokrasi terbesar di New York. Pada pilpres kali ini terdapat 220 juta warga AS yang tercatat berhak menggunakan hak pilih mereka, termasuk lebih dari 40 juta orang telah memilih lebih dulu. Hasil sementara perolehan suara, Trump unggul dari pesaingnya. (Has)





























