Aktivis HMI Sumbar Kecam Polisi Main Tangkap

Padang, Obsessionnnews.com - Penangkapan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang dilakukan pihak kepolisian pasca demo 411 memantik reaksi aktivis HMI. Aktivis HMI Sumatera Barat (Sumbar) bereaksi keras atas kejadian tersebut. Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Sumbar Tomi Farto Habibi mengatakan penangkapan Sekretaris Jenderal (Sekjen) HMI dan empat kader HMI yang dilakukan pihak kepolisian, sebagai bentuk sikap tidak menghormati asas praduga tak bersalah. Apalagi penangkapan itu dilakukan pada Selasa (8/11/2016) dinihari. "Tindakan tersebut merupakan bentuk teror yang dilakukan terhadap elemen gerakan Islam," katanya saat menyampaikan pernyataan sikap HMI Sumbar terhadap kasus tersebut, Rabu (9/11/2016) siang. Menurut Tomi, cara-cara seperti itu merupakan bentuk pembungkaman demokrasi sebagaiman diatur dalam UUD 1945 pasal 28 E ayat 2. "Ayat ini secara jelas menyatakan, setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya," ujarnya. Tomi Farto Habibi mengatakan, aksi unjuk rasa dengan turun ke jalan yang dilakukan HMI bersama ummat Islam pada Jum'at (4/11/2016) adalah yang paling tertib dalam sejarah aksi unjuk rasa terjadi di Indonesia. Aksi damai bela Islam dilakukan lebih kepada panggilan hati nurani karena merasa agama Islam dan Al Qur'an yang diyakini sebagai kitab suci, dihina. Berdasarkan hal itu, aktivis HMI Sumbar menyesalkan sikap Presiden RI Joko Widodo yang menyatakan ada aktor politik yang diduga menunggangi aksi belas Islam II pada 411. Aksi itu dilakukan merupakan gerakan untuk penegakan hukum. "Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah yang anti kritik," sebutnya. Aktivis HMI Sumbar menuntut penyelesaian proses hukum secara tegas dan transparan serta menolak segala bentuk pengalihan isu terhadap kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Thahaya Purnama (Ahok). Mengajak seluruh kader HMI se Sumbar dan ummat Islam untuk tenang dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Pasca aksi unjuk rasa Jumat (4/11/2016) lima akitivis HMI ditangkap polisi Selasa (8/11/2016) dinihari. Kelimanya ditangkap ditempat berbeda dan satu diantaranya Sekjen PB HMI ditangkap di Sekretariat HMI jalan Sultan Agung Nomor 25 A Jakarta Selatan. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)





























