Ada Apa Wagub Bawa 23 SKPD ke Mentawai

Ada Apa Wagub Bawa 23 SKPD ke Mentawai
Padang, Obessionnews.com - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit mengunjungi Kabupaten Kepulauan Mentawai. Selama tiga hari, Wagub bersama 23 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) memanfaatkannya untuk menggali potensi dan mencari data dan informasi pembangunan yang dibutuhkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Mentawai agar keluar dari kategori daerah tertinggal. Kabupaten Kepulauan Mentawai berada pada rangking 104 daerah tertinggal di Indonesia. “Kami datang untuk mencari data dan informasi terhadap semua sektor pembangunan di Kepulauan Mentawai karena waktu efektif Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar hanya tinggal tahun 2018, 2019 dan 2020, dimana pada tahun 2017 anggaran sudah ditetapkan, sedang tahun 2021 sudah masa tahun politik. Kita berkeinginan membuat langkah-langkah kongkrit pembangunan Mentawai ini dimulai lebih baik lagi, sehingga daerah ini terlepas dari kategori daerah tertinggal dapat jadi kenyataan,” kata Nasrul Abit dalam sambutannya pada pertemuan di Kantor Camat Siberut Utara, Sikabaluan-Pokai. Wagub bersama rombongan mengunjungi Mentawai, terutama bagian ujung pulau itu selama tiga hari sejak Sabtu hingga Selasa (4-8/11/2016). Nasrul menjelaskan, kunjungan kerja itu tidak ada kaitannya dengan pesta demokrasi yang sedang berlangsung. Kunjungan kerja dilakukan lebih kepada keinginan untuk lebih maju. "Ketika kami baru dilantik di Istana Negara, Buk Megawati menitip pengembangan pembangunan Kepulauan Mentawai, bagaimana upaya meningkatkan kesejateraan masyarakat disini. Dan hasil kunjungan kerja ini akan secepatnya dilaporkan secara tertulis kepada Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, yang kemudian diharapkan akan ditindaklanjuti oleh pemerintahan saat ini," katanya. wagub-ke-mentawai-2 Guna mendapat data dan informasi lebih cepat, rombongan dibagi dua tim. Masing-masing tim memiliki sektor teknis yang sama. Kunjungan selama empat hari itu dikhususkan di pulau Siberut Utara, Siberut Barat Daya, Siberut tengah dan Siberut Selatan. Sementara ke Siberut Barat batal, akibat kondisi cuaca, badai dan gelombang laut yang tidak baik. “Dalam kurun waktu 3 tahun yang tersisa ini kita berharap pembangunan disektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi masyarakat dan dunia kepariwisataan Sumbar. Semua yang kita rencana saat ini menjadi tanggungjawab SKPD terkait dengan program yang dilakukan, yang nantinya akan diseiringkan dengan visi dan misi kepala daerah terpilih nantinya," sebutnya. Sementara itu, Asisten Pembangunan Kabupaten Kepulauan Mentawai, D Lubis mengatakan angka kemiskinan Kabupaten Kepulauan Mentawai masih tinggi yaitu sekitar 14 persen. Angka kemiskinan tinggi, karena pendapat inkam perkapita masih dibawah standar. Kemudian derjat kesehatan masih rendah, karena persoalan air bersih dan perumahan rakyat yang relative masih sangat sederhana, disamping persoalan listrik belum merata. Lubis menjelaskan kebutuhan mendesak dalam memajukan pembangunan Mentawai, adalah pembangunan infrastruktur jalan dan transportasi. Dua sektor ini sangat menentukan dalam peningkatan pendidikan dan kesehatan. Meski demikian, dalam 10 thun terakhir, pembangunan di Mentawai sudah menunjukkan kemajuan. Jenjang pendidikan tingkat SMA berikut puskesmas sudah ada di setiap kecamatan. Disamping itu satu perguruan tinggi di Tua Pejat. Dalam kunjungan ini Wagub Nasrul Abit juga membawa bantuan CSR 700 paket  dari PT Semen Padang, yang terdiri dari 500 bantuan alat tulis sekolah dan 200 seragam sekolah. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73) wagub-ke-mentawai-3