Tuntut Hukum Ahok Datang dari Sumbar

Tuntut Hukum Ahok Datang dari Sumbar
Padang, Obsessionnews.com - Sekitar seribu masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) melakukan aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumbar mendesak Kapolri supaya memproses dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Aksi unjuk rasa yang dilakukan massa yang berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Sumbar bersama Aliansi Masyarakat Sumbar ini, terpaksa arus lalu lintas dialihkan. Pengunjuk rasa berorasi di depan Mapolda, Jalan Sudirman Kota Padang. Terdengar sahut takbir, serta orasi yang keras dari orator "satu tetes darah tumpah di Jakarta, akan kita lakukan perlawanan," ujar salah seorang orator saat berunjuk rasa. demo-ahok-di-padang-2 Ketua Ikatan Da'i Indonesia Sumbar, Urwatul Wusqa mengatakan, aksi kali ini semata-mata karena agama dihina. "Kita di Sumbar tidak ada kaitan dengan Pilkada di Jakarta, karena tidak akan memilih, lebih kepada dugaan penistaan agama. Dimanapun umat Muslim berada jika agama dihina akan bereaksi, oleh karena itu kita lakukan aksi agar Polri mengusut permasalahan ini," tuturnya. Ia mengatakan, unjuk rasa gabungan yang dilaksanakan hari ini, untuk memberikan dukungan kepada sejumlah ormas Islam yang akan melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka pada Jumat (4/11/2016) besok. Aliansi BEM se Sumbar bersama Aliansi Masyarakat Sumbar menyampaikan tiga tuntutan, agar pemerintah dan kepolisian bersikap tegas terhadap persoalan yang tengah menggelinding saat ini. demo-ahok-di-padang-3 Adapun tuntutan mereka, diantaranya menuntut Presiden RI selaku pimpinan pemerintah untuk bersuara bersikap dengan tegas dan jelas terhadap kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahya Purnama (Ahok) agar masyarakat percaya terhadap hukum dan tidak resah. Mendesak pihak kepolisian untuk segera melakukan proses hukum terhadap Ahok dengan adil sesuai dengan peraturan yang berlaku, karena setiap orang/warga negara sama di mata hukum. Ummat Islam dimanapun berada harus tetap bersikap tenang dan tidak terprovokasi oleh pihak yang dapat memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa sehingga menyebabkan konflik. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)