Jangan Pecah, Rakyat Harus Bersatu Hadapi Neolib!

Jangan Pecah, Rakyat Harus Bersatu Hadapi Neolib!
Jakarta, Obsessionnews.com - Indonesia merupakan bangsa dengan sejarah kemajemukan yang begitu lama. Bangsa Indonesia secara alamiah berdiri diatas dasar perbedaan. "Maka dari itu, yang harus dibangun adalah persatuan dalam perbedaan dan perbedaan dalam persatuan," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) LMND, Hendri Kurniawan di Jakarta, Kamis (3/11/2016). Menurutnya, persatuan nasional yang dibangun oleh founding fathers disebabkan oleh platform bersama, yakni anti terhadap penjajahan, anti terhadap kolonialisme. "Ancaman persatuan nasional dewasa ini adalah neoliberalisme," kata Hendri. Neoliberalisme membawa semangat individualisme, hedonisme, dan lain-lain. Neoliberalisme masuk dalam segala sendi kehidupan rakyat yang memiskinkan rakyat. "Maka dari itu, platform yang harus dibangun dalam mewujudkan persatuan nasional adalah anti neoliberalisme," jelasnya. Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), Munawar Khalil mengatakan, Indonesia sudah jauh dari cita-cita founding father dahulu. Karena melihat Indonesia hari ini tidak sama sekali menjalankan dengan benar nilai-nilai yang ada pada Pancasila. "Kecuali hanya sila pertama saja yang setiap Ummat beragama menjalankan dengan baik," ujar Munawar. Menurutnya, kalau Indonesia mau tetap utuh dalam keberagaman, maka Pancasila harus dijalankan dengan benar, baik Pemerintah, rakyat dan seluruh stake holder. Kemudian harus saling menghargai dan menghormati satu sama lain dengan mewujudkan nilai gotong royong. "Perbaiki etika dan moral bangsa untuk modal menjaga kemajemukan yang ada di Indonesia sekarang ini," kata Munawar. Dia berpendapat, spirit persatuan bangsa Indonesia sampai saat ini masih terjaga.  Karena sikap masyarakat Indonesia yang saling menghargai dan toleransi antar sesama. Sementara, Ketua Umum GMKI, Sahat Martin Philip Sinurat menuturkan, sejarah Indonesia sudah jelas menyatakan bahwa bangsa Indonesia dapat bersatu di tengah kemajemukan. "Kita harus belajar dari sejarah, mengambil nilai-nilai baik dari para tokoh kemerdekaan," ujarnya. Kemudian bersama melangkah dengan segenap elemen bangsa yang majemuk menuju cita-cita bersama, yakni masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera. "Persatuan nasional harus selalu diperjuangkan melalui tindakan kongkrit di tengah lingkungan masyarakat," jelas Sahat. (Purnomo)