Cegah Konflik, Sumbar Bentuk Tiga Pilar Kontigen

Padang, Obsessionnews.com - Kehadiran negara bagi masyarakat harus benar-benar dirasakan masyarakat. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencetuskan tiga pilar kontijensi dalam rangka mewujudkan agar masyarakat merasakan kehadiran negara. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama Koamdan Resor Militer (Korem) Danrem 032/Wirabraja Bakti Agus Fadjari dan Kapolda Sumbar Brigadir Jendreral (Brigjen) Polisi Basaruddin menandatangani naskah kerja sama (MoU) tiga pilar kontigensi. Komitmen bersama ini dalam rangka mengantisipasi gejolak kerusuhan di daerah, karena isu sara. Penandatangan tiga pilar kontigensi ini dilakukan saat apel kebangsaan dan kesiapan kointijensi wilayah sumbar th 2016 di Lapangan Imam Bonjol Padang. Bertindak sebagai inspektur upacara Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Peserta apel sebagai ujung tombak pertahanan di daerah ini, terdiri dari wali nagari, kepala desa, lurah, danramil, babinsa, camat dan dandim. Di depan peserta apel, Kapolda Sumbar Brigjen Pol Basaruddin memberikan pengarahan tentang mempertahankan keamanan di masing-masing daerah. Ia menekankan aparat di daerah untuk kesiapan kontijensi ditingkatkan, apalagi dalam menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) di sejumlah daerah untuk mengantisipasi gesekan mengakibatkan kerusuhan. Basarudin mengatakan, fungsi intelejen harus betul-betul dimanfaatkan oleh perangkat pemerintah dan keamanan di tingkat desa sebagai gerbong utama, sehingga dapat mendeteksi kejadian yang ada ditingkat desa/kelurahan. "Tiga pilar ini menjadi yang terdepan dalam penanganan awal keamanan," katanya. ia berharap, aparatur pemerintah bersama aparat keamanan tidak boleh absen dan harus melindungi masyarakat. Komitmen ini sejalan mulai dari pusat hingga ke daerah. Senada dengan Kapolda, Komandan Resort Militer (Danrem) 032/ Wirabraja, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Bakti Agus Fadjari mengatakan, struktur tiga pilar ini menjadi bagian bangsa untuk menghadapi kontijensi di wilayah Sumbar khusus di pedesaan. "Tiga pilar ini yakni Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat desa diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat terutama pemuda," katanya. Sementara itu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan, apel kebangsaan dan kesiapan kontijensi merupakan bentuk kesadaran dan komitmen Provinsi Sumbar untuk menghormati kemajemukan untuk menciptakan kedamaian bangsa melalui forum tiga pilar. "Dengan tiga pilar Sumbar dari tingkat desa hingga pusat jadi bukti kepedulian kita untuk menciptakan Sumbar yang aman, tertib, dan damai," katanya. Indonesia sebagai negara yang multi etnik, masyarakt hidup dengan ragam corak adat dan budaya. Keberagaman yang ada harus dijadikan sebagai aset dan potensi berharga yang perlu ditumbuhkembangkan untuk memajukan bangsa dan negara Indonesia. "Jangan jadikan perbedaan sebagai bibit sengketa dan jangan biarkan oknum-oknum tertentu memecah-belah dengan membenturkan perbedaan-perbedaan kita. Dalam hal ini, pemerintah dan masyarakat harus kompak. Jangan terpancing isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Indonesia satu, jangan terpecah," tutur Gubernur. Untuk menyelesaikan maslah, harus diselesaikan melalui musyawarah, sekecil apapun persoalan yang muncul "Jika ada masalah sekecil apapun, ajak tokoh-tokoh masyarakat duduk, ajak pihak-pihak yang terlibat duduk, kemukakan masalah dengan santun, bicarakan dengan hati dan nurani, selesaikan dengan kepala dingin, cepat, hingga tuntas. Jangan dekati permasalahan dengan kekerasan. Ini hanya akan membuat masalah berkelindan membesar hingga sulit diredam," ulasnya. Sebagai garda terdepan, tiga pilar ini juga diharapkan menguasai dan mengikuti Teknologi Informasi (TI). Pengetahuan di bidang IT perlu dibekali, supaya bisa mencegah sedinimungkin, sebab permasalahan muncul bisa saja lewat kemajuan IT. "Sekarang adu domba dan upaya memecah belah sangat marak di media sosial dan dunia maya. Untuk menangkal ini, forum tiga pilar harus melek IT," harapnya. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)





























