Gubernur 'Ancam' Dirjen Perkeretaapian

Padang, Obsessionnews.com - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno "mengancam" Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kementerian Perubungan (Kemenhub) Prasetyo Prasetyo Boeditjahjono supaya menambah gerbong kereta api untuk melayani penumpang di Sumbar, apabila kereta api yang sudah beroperasi dianggap kurang. "Ancaman" itu disampaikannya dihadapan Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (KA) (Persero) Edi Sukmoro bersama Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim dan sejumlah kepala daerah di Sumbar, berikut Kepala Divisi Regional (Divre) PT KAI (Perero) Sumbar Sulton Hasanudin pada acara peluncuran kereta api perintis Sicincin-Kayu Tanam di Stasiun KAI Simpang Haru, Padang, Selasa (1/11/2016) siang. Sebagai transportasi yang murah, aman dan nyaman, Gubenur meyakini ke depan, kereta api akan semakin diminati masyarakat apalagi kepala daerah aktif mensosialisasikannya. "Kalau nanti penumpang kereta api sudah ramai, maka Bapak harus bertanggung jawab. Jangan sampai nanti kereta api cuma satu pergi, satu pulang sehari selesai, sementara yang minta butuh 24 jam," katanya. Irwan mengatakan, kereta api reguler yang berangkat dari Padang menuju Pariaman, sudah rutin melayani penumpang setiap hari. Maka dari itu, untuk meningkatkan layanan transportasi kepada masyarakat, kereta api yang sudah ada perlu ditambah. "Jangan kereta api yang melayani rute yang ada sekarang ditambah untuk melayani rute ke Kayu Tanam, nanti muncul protes, karena penumpang yang menunggu nanti semakin banyak," sebutnya. Selain menambah kereta api perintis, gubernur berharap, moda transportasi kereta api yang melayani penumpang ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM) segera didatangkan, karena jalurnya sudah hampir selesai. Setelah resmi beroperasi tahun 2017, Irwan Prayitno berharap, kereta api menuju bandara ditambah satu lagi, sehingga bisa menyesuaikan dengan pesawat pada saat mendarat di BIM. "Kereta api ke BIM kalau bisa sesuai dengan kedatangan pesawat, kita atur intervalnya, minimal dua, ada yang datang dan ada yang pergi," ujarnya. Terkait pengamanan disetiap perlintasan kereta api yang jumlahnya lebih dari 500 titik, berikut pembebasan lahan akibat bangunan berdiri, Irwan menjelaskan bahwa Kemenhub tidak usah ragu. Pemerintah Provinsi bersama kabupaten/kota akan berupaya menyelesaiakannya. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumbar Amran yang hadir dalam kesempatan itu langsung ditugaskan oleh gubernur untuk segera membuat rambu-rambu disetiap perlintasan kereta. Sementar itu, bangunan yang berdiri diatas rel kereta menurut gubernur hanya bersifat sementara dan apabila PT KAI (Persero) kembali memerlukannya, si pemilik bangunan bersedia melepaskannya. Sementara itu, Dirjen Perkeretapian Kemenhub Prasetyo Prasetyo Boeditjahjono mengatakan, keselamatan transportasi harus diutamakan. Oleh sebab itu, kerawanan terjadinya kecelakaan, seperti daerah perlintasan kereta api, terutama yang tidak resmi, harus diminimalisir. "Kalau memang ada titik perlintasan yang memasng diperlukan, harus dijaga dan dipelihara dengan baik, sehingga keselamatan kereta api bisa diselenggarakan," katanya. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)





























