DPR Nilai Impor Cangkul dari Cina Tindakan Bodoh

Jakarta, Obsessionnews.com - Kebijakan pemerintah melalui BUMN melakukan impor cangkul dari Cina dinilai tidak masuk akal, dan sangat merugikan masyarakat. Pasalnya, cangkul adalah alat pertanian tradisional yang sudah banyak diproduksi oleh pengrajin lokal ratusan tahun lalu. “BUMN melakukan itu pertimbangan bisnisnya apa? Gak masuk akal,” kata anggota Komisi IV DPR RI, Ibnu Multazam, Selasa (1/11/2016). Multazam juga menilai impor cangkul oleh BUMN sama saja menunjukkan Indonesia sangat lemah dalam memproduksi alat pertanian, meski hanya cangkul. Ia khawatir impor ini akan menghancurkan pasar pengrajin tradisional. Terlebih, kata dia, konsumen cangkul di republik ini telah semakin berkurang seiring digunakannya traktor tangan oleh sebagian petani kita. Mestinya pemerintah memberdayakan para petani dan pengrajin lokal. "Itu bodoh sekali. Yang impor itu kalau betul BUMN ya bodoh sekali. Dia tidak peduli pada pengrajin cangkul tanah air yang bertebaran itu. Itu kan alat tradisional bertani,” ujarnya. Diketahui pemerintah telah menugaskan tiga BUMN untuk memenuhi kebutuhan cangkul nasional, yakni PT Krakatau Steel, PT Boma Bisma Indra (BBI) dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Mereka ditunjuk untuk mengimpor cangkul dari Cina oleh Kementerian Perdagangan dengan alasan cangkul yang masuk Indonesia banyak yang ilegal. Sedangkan total izin impor cangkul sebanyak 1,5 juta unit, realisasinya hanya 5,7 persen atau 86.190 unit. (Albar)





























