Senja ‘Sinyo Belanda’ di Giuseppe Meazza

Senja ‘Sinyo Belanda’ di Giuseppe Meazza
Milan, Obsessionnews.com – Ekspektasi dan gairah pernah meninggi di Giuseppe Meazza. Itu terjadi saat manajemen La Beneamata sukses mendatangkan Sinyo Belanda, Frank de Boer. Namun kini, baru saja musim ini berlalu 11 putaran, emosi positif itu perlahan memudar seiring merosotnya aksi Si Ular Besar. Alhasil, usia karir Si Sinyo Belanda itu pun tak akan lama. Ia dengan cepat memasuki waktu senja dan diprediksi bakal segera mengepak tas kopernya. Ya, kabar liar menyebutkan jika nasib Frank de Boer di ujung tanduk. Hasil nihil di Luigi Ferraris pada Senin dini hari (31/10/2016) jadi salah satu penyebabnya. Nama eks pelatih Inter Milan di musim 2010/2011, Leonardo de Araujo, mulai diembuskan media-media Italia untuk menggantikan Si Sinyo Belanda. Terseok-seok di awal musim tak membuat Inter segera bangkit. Meski sempat menjungkalkan Sang Capolista Juventus di Giuseppe Meazza, La Beneamata tetap tak bisa memanjat papan klasemen. Dari 11 laga yang dilalui, de Boer hanya mampu menempatkan Mauro Icardi Cs di peringkat ke-11 klasemen sementara Serie A. Empat kemenangan, lima kekalahan, dan dua seri adalah hasil yang menyesakkan bagi peraih treble winners pada 2010 itu. Periode pahit itu sebenarnya sudah terlihat di awal kompetisi. Bertandang ke kandang Chievo Verona, Inter dipecundangi dengan skor 0-2. Pun di laga ke-2, Inter hanya mampu meraih 1 poin kala melawan Palermo. [caption id="attachment_161305" align="aligncenter" width="640"]Quagliarella merayakan golnya ke gawang Inter Milan, Senin dini hari (31/10/2016). Quagliarella merayakan golnya ke gawang Inter Milan, Senin dini hari (31/10/2016).[/caption] Asa tifosi Inter Milan sempat membumbung tinggi saat memenangi laga melawan Pescara, Torino, Juventus, dan Empoli. Sisanya, Inter kembali gagal menang di lima laga lainnya, termasuk saat dikandaskan Sampdoria dini hari tadi. Meski terjepit, de Boer mengaku kalem dan masih yakin Inter akan berubah lebih baik. “Jika masih ada kesempatan, saya punya keyakinan kami bisa berubah dalam kondisi sulit ini,” katanya seperti dilansir Mediaset Premium, Senin (31/10/2016). Keyakinan mantan pelatih Ajax Amsterdam itu didasarkan pada kualitas individu pemain yang menurutnya sudah baik. Baginya, persoalan terbesar Si Hitam Biru hanyalah mental. Melihat susunan pemain Inter Milan, boleh jadi de Boer benar. Pasalnya, di awal musim manajemen La Beneamata sukses mendatangkan empat pemain bintang. Mereka adalah Antonio Candreva yang didatangkan dari Lazio senilai 22 juta euro, Ever Banega (Sevilla/Gratis), Joao Mario (Sporting/ 22 juta euro), dan Gabriel Sabrosa (Santos/ 40 juta euro). Di sisi lain, manajemen Inter pun menaruh kepercayaan pada de Boer. Michael Bolingbroke selaku CEO Inter menegaskan pihaknya 100 persen mendukung Frank de Boer tanpa mempedulikan tren negatif dalam kampanye musim ini. Namun demikian, tampaknya kepercayaan pada de Boer akan kembali dilihat pada dua partai berikutnya, saat melawan klub penghuni urutan terbawah, Crotone (7/11) sebelum melakoni derby melawan AC Milan (21/11). Jika di dua partai itu de Boer tak juga membawa Inter ke jalur kemenangan, bukan tak mungkin kepercayaan manajemen Inter pun akan hilang. Jika sudah demikian, maka dampaknya pun jelas. Karir Sinyo Belanda itu akan berakhir di tengah jalan. (Fath)