Guru Honorer dan Baso Tahu

Guru Honorer dan Baso Tahu
Bandung, Obsessionnews.com - Guru Honorer yang berunjuk rasa di depan Gedung Sate Bandung akhirnya menghampiri pedagang baso tahu. Kehadiran pedagang baso tahu bak gayung bersambut, betapa tidak setelah ribuan guru honorer, guru dan operator ini longmarch sekitar dua kilo meter menuju gedung Sate Bandung tak sedikit yang lapar dan haus. Kehadiran para guru honorer se Jabar inipun tidak asal hadir, namun menyuarakan aspirasi mereka untuk diangkat menjadi PNS atau hanya sekedar naik hanor dari Rp. 300 ribu sebulan menjadi layak UMK, yakni sebesar Rp. 2,5 juta setiap bulannya. guru-dan-baso4guru-dan-baso-2 Sekitar dua ribu guru honorer pun bersatu, Senin (31/10/2016) untuk dapat hidup layak, betapa tidak harga baso tahu saat ini sudah Rp. 2500/biji, uang jajan anak Rp. 20 ribu setiap anak perharinya, belum lagi kebutuhan lainnya seperti ongkos, dapur dan bayar listrik. "Aduh ibu-ibu, bapak-bapak, rekan seperjuangan, kita terus menerus mendapat kepahitan hidup, uang jajan anak tidak cukup dua puluh ribu sehari, belum lagi keperluan lainnya, sementara honor sebulan mendapatkan 300 ribu rupiah, " ujar Adeng guru honorer asal Garut saat berorasi. Menurut Adeng Guru, operator dan tenaga honorer merupakan salahsatu pilar yang sangat urgen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, memelihara data yang tepat dan akurat, mempertahankan stabilitas negara dan menjalankan roda pemerintahan. guru-dan-baso3 Atas dasar itu, layak bagi guru honorer dapat penghargaan, perubahan identitas dan penghasilan sesuai nilai kemanusiaan. Bahkan, guru adalah fondasi negeri ini, tanpa guru, operator dan honorer Indonesia lumpuh. Wajar jika para guru honorer ini meminta Pemprov Jabar segera alokasikan anggaran mulai tahun 2017 berupa standar UMK/UMP bagi guru honorer, guru dan operator, tambah quota untuk program tunjangan insentif dari Kemendikbud begitupun untuk mereka yang berada di daerah terpencil, jaminan kesehatan serta SK Penetapan sebagai PNS. Entah para guru honorer ini ngajar atau tidak saat unjuk rasa hari ini, mereka pun akhirnya duduk-duduk mendengar orasi, sementara yang lainnya berdiri, sesekali berjalan mencari pedagang baso tahu dan pedagang lainnya. (Dudy Supriyadi)