Fadli: Tidak Perlu ada Siaga, Pilkada Bukan Seperti Bencana

Jakarta, Obsessionnews.com - Banyak pihak yang mencemaskan bahwa aksi demonstrasi secara nasional pada 4 November 2016 akan berujung pada aksi anarkisme, sehingga Polisi memberi status siaga I dan meminta kepada jajaran Brimob untuk memperketat keamanan. Aksi serentak ini berkaitan dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tahaja Purnama alias Ahok yang diduga menistakan agama. Status siaga I juga sekaligus dalam rangka mengamankan Pikada 2017 yang sudah memasuki masa kampanye. Namun, Wakil Ketua DPR Fadli Zon status siaga I tidak dibesar-besarkan atau dikhawatirkan. "Kalau siaga itu kan orang bersiap-siap menghadapi segala macam kemungkinan. Saya kira bagus-bagus saja. Apa yang ditakutkan dari siaga satu, dua tiga? Itu kan kayak orang banjir saja, banjir ketinggian sekian, siaga tiga, siaga dua," kata Fadli, di DPR, Senin (31/10/2016). Menurut Fadli unjuk rasa saat ini bukanlah suatu hal yang ditakuti seperti pada masa orde baru. Terlebih kata dia, ormas Islam yang akan turun ke jalan hanya meminta agar Ahok diproses secara hukum, bukan menyangkut persoalan Pilkada. "Indonesia sebagai negara demokrasi sudah biasa demo di depan Istana. Kalau zaman 1998 dulu ada demo baru sesuatu yang luar biasa. Sekarang biasa saja," kata Politisi Partai Gerindra itu. Bila Ahok sudah diproses secara hukum, politisi Partai Gerindra ini yakin, tidak akan ada lagi demo-demo di jalan. "Jadi tidak ada alasan mau demo-demo lagi," jelasnya. (Albar)





























