Titiek Soeharto Muncul di HUT ke-38 FKPPI

Makassar, Obsessionnews.com - Puteri mendiang Presiden kedua RI Soeharto, Titiek Soeharto terlihat hadir pada malam HUT ke 38 dan Pembukaan Rapat Pimpinan Pusat (Rapimpus) ke-7 FKPPI, di Gedung Celebes Convention Center (CCC), Sabtu (29/10/2016) malam. Hadir pula Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang juga pendiri FKPPI serta Pontjo Sutowo dan berbagai tokoh lainnya. Pada acara pembukaan, hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan mengheningkan cipta dipimpin Menhan Ryamizard. FKPPI didirikan dan dibentuk di Jakarta pada 12 September 1978 lalu, berawal dari 7 orang anak purnawirawan Polri/TNI (ABRI).Yakni, Surya Paloh beserta enam lainnya yaitu Yoseano Waas, Tjokro Supriyanto, Prof Karel S Waas, Wisnu Batubara, Capt Haribowo dan Agus Santoso. Namun, enam pendiri lainnya tersebut sudah meninggal dunia. Dalam malam HUT ke-38 FKPPI, Surya Paloh saat memberi sambutan mengatakan, meski para founding lainnya tidak ada dalam suasana haru perjalanan FKPPI hari ini, namun ia yakin, mereka patut berbangga atas keberadaan organisasi tersebut. "Kita berdoa bersama, mereka para pendiri, mendapat tempat, disisi Tuhan Yang Maha Kuasa," ucap Surya Paloh yang kini Ketua Umum Partai Nasdem. Menurut Paloh, cita-cita lahirnya FKPPI ini untuk menjadi wadah, yang mencoba untuk menyatukan para putra-putri TNI dan Polri dari beragam latar belakang dan kepangkatan orang tuanya. Ia pun mengimbau, agar para keluarga besar FKPPI menjadikan bertekad, untuk menjaga spirit, solidaritas dan kebersamaan yang telah dirajut selama ini. "Itulah modal kita," paparnya. "Kita boleh berbeda-beda di mana pun. Boleh beda latar belakang politik, sampai partai politik sekalipun. Tapi semua itu harus cair, karena siapa kita? Kita adalah FKPPI," tegas Surya Paloh disambut tepuk tangan hadirin. Dalam arahannya, Surya Paloh menegaskan FKPPI harus mampu membangun spirit kebangsaan secara terus menerus dan menjadi garda terdepan dalam membela negara NKRI. “FKPPI menjadi garda terdepan dalam menjaga semangat nasionalisme dan ideologi Pancasila yang dianut oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pintanya. Selama spirit dan cita-cita itu masih dipegang teguh, ia yakin, FKPPI tidak ada dipecah belah oleh apapun di perjalanan ke depannya. "FKPPI memang lahir dari spirit nasionalisme, patriotisme yang lahir dari keluarga besar TNI dan Polri. Kita berkewajiban menjaga api, nyawa dan spirit itu," tutur Paloh. "Di suatu hari kelak, dimulai hari ini, organisasi ini akan melahirkan para budayawan, intelektual, pengusaha dan politisi besar. "Bahkan, bolehlah kita berharap, FKPPI juga mampu melahirkan negarawan-negarawan besar dari organisasi ini," harapnya pula. (Red)





























