Sumpah Pemuda Pencarian Favorit di Google

Sumpah Pemuda Pencarian Favorit di Google
Jakarta, Obsessionnews.com - Berita tentang Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 oktober menjadi trending topic di mesin pencari Google. Ya, Hari Sumpah Pemuda ini menjadi pencarian favorit bagi para netizen Pengamatan Obsessionnews.com di Google Trend wilayah Indonesia pada Jumat (28/10/2016). Hingga pukul 10.25 WIB berita Sumpah Pemuda dibaca lebih dari 500.000 kali. Selain itu halaman utama Google hari ini dihiasi ilustrasi enam pemuda dan pemudi dari beragam suku di Indonesia, dengan menggunakan baju adat Jawa, Sunda, Bali, dan Betawi. Dalam tampilannya, keenam orang tersebut seakan sedang membacakan kata “Satu Tanah Air”, “Satu Bangsa” dan “Satu Bahasa” dengan tampilan yang bergantian pada bagian atas doodle. Sumpah Pemuda merupakan ikrar sekaligus menjadi sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar yang terkandung juga menjadi kukuhnya negara Indonesia berdiri. Selain itu Sumpah Pemuda yaiu keputusan atas Kongres Pemuda kedua yang diselenggarakan selama dua hari pada 27-28 Oktober 1928 di Jakarta. Pada dinding prasasti Museum Sumpah Pemuda tercantum penulisan dengan ejaan van Ophuysen, yaitu: Pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. Kedoea: Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia. Dalam sejarahnya, ikrar tersebut ditulis oleh Moehammad Yamin dengan secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo saat Sunario sedang berpidato di sesi terakhir kongres.  Saat itu Yamin berbisik kepada Soegondo dengan berkata Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini), tanpa ragu Soegondo akhirnya membubuhi paraf setuju pada secarik kertas tersebut hingga seluruh hadirin dalam kongres tersebut menyetujuinya. Awalnya, sumpah ini dibaca oleh Soegondo namun kemudian dijelaskan secara detail oleh Yamin. Untuk diketahui, gagasan terbentuknya Kongres Pemuda Kedua  ini berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggoyakan seluruh pelajar di Indonesia. Insiatif terbentuknya Kongres tersebut berdasarkan rapat yang telah dilakukan selama tiga kali yakni, rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng).  Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan.  Dan pada rapat terakhir, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106. (Aprilia Rahapit)