Mendikbud Buka Festival Pesona Budaya Minangkabau 2016

Batusangkar, Obsessionnews.com- Objek wisata di Sumatera Barat (Sumbar) banyak dan beragam. Objek wisata di setiap daerah memiliki keunggulan masing-masing, seperti Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, nagari terindah di dunia yaitu Nagari Pariangan di Kabupaten Tanah Datar dan Bukit Cambai di Kabupaten Solok. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meminta seluruh bupati dan walikota proaktif mempromosikan destinasi wisata sekaligus setiap kegiatan kebudayaan yang digelar di daerah masing-masing, agar diketahui lebih luas bahkan hingga ke mancanegara. "Walaupun adat dan budaya kita hebat, kearifan lokal kita elok, alam kita indah, tanpa promosi yang masif dan menarik tidak akan ada yang menyadarinya sehingga tidak akan banyak yang datang ke Sumbar. Oleh karena itu mari kita tingkatkan promosi pariwisata kita," katanya saat memberikan sambutan pada acara Pembukaan Festival Pesona Budaya Minangkabau 2016 di Istano Basa Pagaruyung (27/10/216) siang. [caption id="attachment_160638" align="aligncenter" width="640"]
Bupati dan walikota proaktif mempromosikan destinasi wisata.[/caption]
Lebih lanjut Gubernur mengatakan, promosi destinasi wisata di Sumbar membutuhkan koordinasi yang baik antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumbar. "Kami mendukung penuh seluruh kegiatan pariwisata yang mengangkat sektor budaya Minangkabau. Selain akan berpengaruh baik pada pertumbuhan ekonomi kita, kegiatan tersebut dapat melestarikan, melekatkan, dan memperkuat identitas ke-Minangan masyarakat dan generasi muda kita," katanya. Terkait pengembangan pariwisata Sumbar sendiri, Gubernur mengakui Provinsi memiliki keterbatasan anggaran. "Sumbar memiliki kurang lebih 152 titik destinasi wisata yang potensial untuk dikembangkan. Kami perlu dukungan agar seluruh destinasi tersebut bisa dibuat lebih baik dan menjual. Untuk itu, tidak ada salahnya saya minta bantu ke Pemerintah Pusat. PAD kami tidak besar. Kami butuh uluran tangan Pusat," sebut gubernur di hadapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, dan perwakilan Kementerian Pariwisata RI. Festival Pesona Budaya Minangkabau 2016 dibuka oleh mendikbur RI Muhadjir Effendy. Pembukaan yang dipusatkan di Istano Basa Pagaruyuang, Kabupaten Tanahdatar, Sumbar ini ditandai dengan pemukulan Gandang tasa oleh Mendikbud, Perwakilan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim, dan Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi. Pemukulan Gandang Tasa kemudian diikuti dengan penyerahan secara simbolis benda cagar budaya Keris Tuanku Manyongsong Alam dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB-) dan Buku Tali Tigo Sapilin dari Buya Mas'oed Abidin kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Kemudian, dilanjutkan dengan Penandatanganan Deklarasi Pelestarian Cagar Budaya bersama oleh seluruh pejabat dan undangan yang hadir, antara lain Mendikbud, Deputi sebagai Perwakilan Menpar, Gubernur Sumbar, Ketua DPRD Sumbar, Jajaran Forkopimda Sumbar, tokoh masyarakat Sumbar Fahmi Idris dan Andrinof Chaniago, Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar, Ketua DPRD Tanah Datar, Jajaran Forkopimda Kab. Tanah Datar, Bupati dan Walikota Kabupaten/Kota se-Sumbar, Rajo Alam Minangkabau, serta tokoh-tokoh Adat Tanah Datar. Sebelum pembukaan secara resmi dilakukan, rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak tanggal 21 Oktober 2016. Kegiatan tersebut antara lain Festival Silat Gelanggang Silih Berganti yang digelar di Gedung Pertemuan Kec. Limo Kaum (21-22 Oktober 2016), Pacu Kuda di Lapangan Dang Tuanku (23-24 Oktober 2016), Pagaruyung Expo di Lapangan Cindua Mato (25-30 Oktober 2016), dan Pameran Matrilineal dan Festival Randai di Lapangan Cindua Mato (Lapangan Cindua Mato). (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)
Bupati dan walikota proaktif mempromosikan destinasi wisata.[/caption]
Lebih lanjut Gubernur mengatakan, promosi destinasi wisata di Sumbar membutuhkan koordinasi yang baik antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumbar. "Kami mendukung penuh seluruh kegiatan pariwisata yang mengangkat sektor budaya Minangkabau. Selain akan berpengaruh baik pada pertumbuhan ekonomi kita, kegiatan tersebut dapat melestarikan, melekatkan, dan memperkuat identitas ke-Minangan masyarakat dan generasi muda kita," katanya. Terkait pengembangan pariwisata Sumbar sendiri, Gubernur mengakui Provinsi memiliki keterbatasan anggaran. "Sumbar memiliki kurang lebih 152 titik destinasi wisata yang potensial untuk dikembangkan. Kami perlu dukungan agar seluruh destinasi tersebut bisa dibuat lebih baik dan menjual. Untuk itu, tidak ada salahnya saya minta bantu ke Pemerintah Pusat. PAD kami tidak besar. Kami butuh uluran tangan Pusat," sebut gubernur di hadapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, dan perwakilan Kementerian Pariwisata RI. Festival Pesona Budaya Minangkabau 2016 dibuka oleh mendikbur RI Muhadjir Effendy. Pembukaan yang dipusatkan di Istano Basa Pagaruyuang, Kabupaten Tanahdatar, Sumbar ini ditandai dengan pemukulan Gandang tasa oleh Mendikbud, Perwakilan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim, dan Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi. Pemukulan Gandang Tasa kemudian diikuti dengan penyerahan secara simbolis benda cagar budaya Keris Tuanku Manyongsong Alam dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB-) dan Buku Tali Tigo Sapilin dari Buya Mas'oed Abidin kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Kemudian, dilanjutkan dengan Penandatanganan Deklarasi Pelestarian Cagar Budaya bersama oleh seluruh pejabat dan undangan yang hadir, antara lain Mendikbud, Deputi sebagai Perwakilan Menpar, Gubernur Sumbar, Ketua DPRD Sumbar, Jajaran Forkopimda Sumbar, tokoh masyarakat Sumbar Fahmi Idris dan Andrinof Chaniago, Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar, Ketua DPRD Tanah Datar, Jajaran Forkopimda Kab. Tanah Datar, Bupati dan Walikota Kabupaten/Kota se-Sumbar, Rajo Alam Minangkabau, serta tokoh-tokoh Adat Tanah Datar. Sebelum pembukaan secara resmi dilakukan, rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak tanggal 21 Oktober 2016. Kegiatan tersebut antara lain Festival Silat Gelanggang Silih Berganti yang digelar di Gedung Pertemuan Kec. Limo Kaum (21-22 Oktober 2016), Pacu Kuda di Lapangan Dang Tuanku (23-24 Oktober 2016), Pagaruyung Expo di Lapangan Cindua Mato (25-30 Oktober 2016), dan Pameran Matrilineal dan Festival Randai di Lapangan Cindua Mato (Lapangan Cindua Mato). (Musthafa Ritonga/@alisakinah73) 




























