Ketua MPR: Kasus Munir Jangan Dipolitisasi

Ketua MPR: Kasus Munir Jangan Dipolitisasi
Jakarta, Obsessionnews.com - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan meminta persoalan kematian aktivis HAM Munir Said Thalib tidak dijadikan sebagai alat politik dengan tujuan tertentu. Tapi, kasus ini harus diselesaikan sesuai ranah hukum. Menurutnya, persoalan utama adalah mengenai dokumen tim pencari fakta (TPF). Ia meminta dokumen tersebut segara ditemukan. "Kalau arsip masih ada. Saya kira jangan dipolitiskan. Masih ada terusan (dokumen) di pengadilan. Masak semua berkas hilang. Jangan dipolitisasi, dicari dengan baik arsipnya," kata Zulkifli di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/10/2016). Ketua Umum PAN ini melihat kasus Munir saat ini menjadi gaduh hanya gara-gara hilangnya dokumen TPF. Zulkifli yakin dokumen tersebut masih ada, dan pemerintah cukup menanyakan kepada pihak-pihak terkait.‎ "Ini rakyat menyerahkan kepalanya kepada pemerintah. Nah momentum ini kita jaga, kita manfaatkan sebaiknya. Saya berharap jangan ada yang aneh-aneh," kata Ketua Umum PAN ini. Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Jaksa Agung HM Prasetyo untuk menelusuri dokumen hasil investigasi TPF kematian Munir. Munir dibunuh dalam penerbangan dari Jakarta menuju Amsterdam pada September 2004. Namun, hasil investigasi resmi dari TPF atas kematian pegiat HAM itu sampai kini belum dibuka ke publik. Komisi Informasi Publik tahun ini memutuskan bahwa dokumen TPF harus disampaikan kepada publik. Sementara itu Kementerian Sekretaris Negara menyatakan tidak mempunyai dokumen hasil investigasi TPF terkait kasus pembunuhan Munir yang diselesaikan pada era pemerintahan SBY tersebut.‎ (Albar)