28% Warga Jabar Miliki Masalah Gigi dan Mulut

28% Warga Jabar Miliki Masalah Gigi dan Mulut
Bandung, Obsessionnews - Berdasarkan Risdekas (Pemeriksaan Kesehatan Dasar) 2013, 28% masyarakat Jawa Barat memiliki masalah gigi dan mulut, namun baru 9,4% mendapatkan perawatan dari tenaga ahli. Demikian disampaikan Dr. Nina Djustiana, drg., M.Kes., Dekan FKG Unpad Bandung, pada acara Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2016 di RS Gigi dan Mulut FKG Unpad bersama PT. Unilever Tbk, Senin (24/10/2016). Nina menjelaskan hal ini dapat disebabkan oleh keterbatasan jumlah dokter gigi, karena ratio dokter gigi Jawa Barat yaitu 9:100.000, atau masih berada di bawah anjuran pemerintah Indonesia yaitu 11:100.000. masalah-gigi-mulut-1 Nina menambahkan, Sebagai salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi, BKGN di FKG Unpad akan memberikan pelayanan kuratif sederhana serta pelayanan promotif dan preventif, untuk memberikan pemahaman akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, dimulai dengan cara yang paling sederhana, mengingat dari 97,8% masyarakat Jawa Barat yang telah menyikat gigi dua kali sehari baru 1,8% yang menyikat gigi di waktu yang benar, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Angka tersebut pun, masih berada di bawah rata rata nasional yang memperihatinkan yaitu 2,3%. masalah-gigi-mulut-2 Padahal menyikat gigi dua kali sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur dapat selama minimal 2 menit dapat mengurangi resiko gigi berlubang sebanyak 50%. Lebih lanjut, anak yang didampingi orang tua ketika menyikat gigi memperlihatkan perbedaan signifikan dalam indeks kebersihan mulut, radang gusi dan gigi berlubang dibandingkan dengan anak yang tidak didampingi oleh orang tua. Sementara itu menurut. drg. Ratu Mirah Afifah GCClindent., MDSc, Head of Professional Relationship Oral Care, PT Unilever Indonesia, Tbk kebiasaan buruk yang umum berpengaruh bagi kesehatan gigi dan mulut adalah tidak berkunjung ke dokter gigi secara rutin. masalah-gigi-mulut-3 Padahal, dengan melalui kunjungan rutin ke dokter gigi, permasalahan gigi bisa segera ditangani sehingga mampu mengurangi resiko gigi berlubang, penyakit gusi, serta mencegah perawatan lanjutan. Dengan perawatan rutin maka kondisi mulut seseorang menjadi lebih baik. "Kehadiran BKGN adalah salah satu yang bisa dimanfaatkan oleh para orang tua. Tiap tahunnya BKGN mampu menarik minat masyarakat untuk datang berkunjung melakukan konsultasi, penambalan sederhana yang tidak melibatkan perawatan syaraf gigi, pencabutan tanpa komplikasi gigi sulung atau gigi tetap, pembersihan karang gigi, dan perawatan pencegahan gigi berlubang dengan aplikasi fluoride atau fissure sealant," tutup Mirah. (Dudy Supriyadi)