PSK Maroko Hanya Doyan Arab dan Bule

Jakarta, Obsessionnews.com – Tidak dapat dipungkiri berita yang berbau seksual salah satu berita yang digemari publik. Saat ini berita esek-esek yang menjadi buah bibir masyarakat Indonesia adalah tentang dibekuknya 17 pekerja seks komersial (PSK) atau pelacur asal Maroko, Timur Tengah, di Jakarta. Para PSK bertarif mahal. Mereka tidak mau melayani pria Indonesia, meski diberi imbalan di atas tarif resmi. Mereka hanya mau doyan dengan orang Arab dan bule. (Baca: Wah! Pelacur Asal Maroko Ogah Layani Pria Indonesia) Berita tentang PSK Maroko itu dua hari berturut-turut menjadi trending topic di mesin pencari Google. Pantauan Obsessionnews.com di Google Trends wilayah Indonesia pada Sabtu (22/10) berita tersebut dicari lebih dari 5.000 kali, lalu pada Minggu (23/10) hingga pukul 08.52 WIB jumlahnya meningkat drastis, yakni dicari lebih dari 20.000 kali. Imigrasi Jakarta Pusat bekerja sama dengan polisi menangkap 17 wanita PSK asal Maroko di sebuah klub malam di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (21/10) dini hari. Di hadapan petugas para PSK tersebut mengungkapkan tarif sekali kencan minimal Rp 5 juta short time. Wah! Uniknya, dalam memilih pasangan kencan mereka selektif. Mereka ogah melayani pria Indonesia meski dibayar mahal. Mereka hanya mau menjajakan dirinya untuk pria asal Timur Tengah yang tinggal di Jakarta. Juga melayani bule. “Pasarannya memang ekspatriat asing. Kalau bukan itu, mereka gak mau,” kata Kepala Imigrasi Klas 1 Jakarta Pusat, Tato Juliadin Hidayawan, saat jumpa pers di edung Imigrasi Jakarta Pusat, Jalan Merpati, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (21/10). Bahkan, lanjutnya, mereka tidak mau berkencan dengan pria Indonesia pria tersebut membayar lebih dari standar tarif yang sudah mereka tentukan, yakni Rp 5 juta. “Biar orang pribumi itu berduit, mereka juga gak mau. Jadi memang sudah target market sendiri,” katanya. (@arif_rhakim)





























