Wapres Ingatkan Kepala Daerah Jaga Toleransi

Jakarta, Obsessionnews.com– Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengingatkan agar para Pemimpin Daerah berhati-hati dalam berbicara dan bertindak, terutama yang menyinggung soal Suku, Agama, Ras, dan AntarGolongan (SARA). Hal itu harus dilakukan untuk menjaga toleransi dan ketenangan di masyarakat. JK mengatakan, agar para pemimpin tak menyinggung soal SARA. Setiap pemimpin pun dimintanya untuk menjaga tindakan dan juga perkataan sehingga tak membuat masyarakat gaduh. "Jadi jangan memakai itu sebagai SARA. Jangan juga mengeluarkan kata yang menyebabkan orang marah. Keduanya ini harus dijaga, tidak boleh karena SARA. Tapi jangan juga asal ngomong, asal tuduh, untuk supaya itu tenang,” kata JK di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (21/10/2016). Pernyataan JK tersebut juga terkait adanya kasus terkait sentiment SARA yang terjadi satu bulan ini. Di antaranya soal statement Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menyinggung surat Al-Maidah ayat 51. Menurutnya, pernyataan Ahok yang menyinggung surat Al Maidah ayat 51 telah memancing soal SARA dan menyebabkan mayoritas umat Islam tersinggung karena menyebut kata bohong dalam surah Al Maidah. Andai saja Ahok tidak menyebut kata itu, jelas JK, boleh jadi tak akan memicu kemarahan umat Islam. "Jadi kalau saya lihat kasus karena ayat itu, bukan ayat itu dipersoalkan. Boleh baca semua, saya yang dipersoalkan kata bohong. Jadi karena itu jangan juga, dua dua pihak ini, jangan bicara ayat, tapi juga jangan bicara kasar,” ujar JK. “Coba lihat kata-kata yang terjadi di video itu, kata mana orang yang tidak suka, bukan ayat yang dipersoalkan, yang dipersoalkan kata bohong, coba saya baca baik-baik kalimatnya 'ibu-ibu saudara-saudara sekalian, kalau tidak takwa tidak mau pilih saya karena dibohongin, dengan memakai Al Maidah ayat 51 dan macam-macam itu, tidak apa-apa," jelasnya. (Fath)





























