Tutupi Defisit Anggaran, Saudi Utang Rp227,5 Triliun

Riyadh - Arab Saudi berusaha menutupi defisit anggarannya yang babak belur, dengan melakukan penjualan obligasi terbesar internasional pertamanya Bank HSBC, Inggris, Kamis (20/10) mengabarkan, untuk tahap pertama, Saudi menjual obligasi dengan nilai yang cukup fantastis, 17,5 miliar dolar atau setara Rp227,5 triliun kepada institusi-institusi keuangan internasional termasuk HSBC. Dana Moneter Internasional, IMF baru-baru ini dalam laporannya mengumumkan, Saudi pada akhir tahun 2016 mengalami defisit anggaran sekitar 100 milyar dolar. Tingkat utang langsung pemerintah Saudi hingga Agustus 2016 mencapai sekitar 73 milyar dolar, 63 milyar dolarnya adalah pinjaman dalam negeri dan 10 milyar dolar pinjaman luar negeri. Utang-utang itu untuk menutupi biaya dukungan dana rezim Al Saud atas para teroris, perang Yaman dan pengeluaran-pengeluaran besar para pejabat negara. Defisit anggaran, krisis likuiditas, anjloknya bursa efek dan secara keseluruhan, masalah-masalah finansial di struktur perbankan Saudi dalam dua tahun belakangan, semuanya adalah akibat dari konspirasi Riyadh menurunkan harga minyak dunia yang dimaksudkan untuk memukul beberapa negara rival dan penentang kebijakannya di kawasan seperti Iran dan Rusia. (ParsToday)





























