Jokowi Senang Tarbiyah dan Perti Telah Bersatu

Jokowi Senang Tarbiyah dan Perti Telah Bersatu
Jakarta, Obsessionnews.com - Presiden Jokowi turut menyampaikan rasa syukur telah bersatunya dua organisasi islam Tarbiyah dan Persatuan Tarbiyah Islamiah (Perti) setelah 50 tahun berpisah jalan. Pernyataan itu diungkapkan Jokowi saat membuka Munas dan Muktamar Tarbiyah-Perti 2016 di Jakarta, Jumat (21/10/2016) malam. Dalam acara itu ditandatangani pula deklarasi islah atara dua ormas tersebut. "Pada malam hari ini kita telah saksikan bersama merayakan islah Tarbiyah-Perti. Islah yang sudah sangat dinanti oleh warga Tarbiyah Islamah. Ini sudah hampir 50 tahun dan pada malam ini sudah berakhir karena semua sudah tandatangan deklarasi," ujar Jokowi dalam sambutannya. Mulanya Presiden Jokowi ragu untuk menghadiri acara ini karena belum mengetahui Tarbiyah dan Perti telah bersatu. Namun setelah diinformasikan oleh pihak panitia saat mereka menyampaikan undangan ke Istana dan pihak panitia menjanjikan akan ada deklarasi islah bersama, maka Presiden memutuskan datang. "Kalau islah saya senang saya hadir tapi kalau tandingan, saya gak hadir, karena kalau undangan banyak, sampaikan ke saya pa ini ada pecah dua. Pasti saya tidak hadir, karena apapun kita ingin sebuah organisasi akan semakin baik bila semua bersatu," ucap Jokowi. Presiden Jokowi berharap ormas lainnya bisa mencontohkan apa yang telah dilakukan Tarbiyah-Perti. Bahwa meskipun sudah berpuluh-puluh tahun saling berbeda pandangan, namun pada akhirnya bisa bersatu kembali dalam satu wadah. Presiden Jokowi mengajak pimpinan kedua organisasi itu dalam membangun arah organisasi janganlah melihat ke belakang. "Islah ini bisa jadi contoh baik bagi anak bangsa dan di tengah keberagaman kita bisa bersatu, dapat menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Biarlah 50 tahun itu jadi cerita," tandas Presiden. Menghadapi dunia globalisasi yang syarat dengan persaingan, maka menurut Presiden Jokowi persatuan semua elemen bangsa menjadi sebuah keharusan. Negara-negara lain sedang menyiapkan berbagai strategi untuk saling "menyerang" namun jikalau Indonesia sendiri dalam kondisi yang terpecah belah maka resiko yang dihadapai adalah bisa menjadi penonton di negeri sendiri. "Sebagai bangsa kita perlu bersatu karena dengan bersatu kita akan memenangi persaingan antar negara, hanya dengan bersatu kita akan menjadi kekuatan yang Maha dahsyat," katanya. Presiden Jokowi menghadiri Musyawarah Nasional dan Muktamar Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) 2016, sekaligus berkesempatan meresmikan acara tersebut di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat (21/10/2016) malam. Acara yang mengangkat tema "Revolusi mental untuk mewujudkan bangsa yang bermartabat dan berakhlak mulia" itu turut dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. (Has)