Irigasi Sistem Pipanisasi Jadi Model di Sumbar

Irigasi Sistem Pipanisasi Jadi Model di Sumbar
Agam, Obsessionnews.com - Meski biayanya lebih besar, irigasi sistem pipanisasi lebih bagus dibanding irigasi non pipanisasi. Aliran air mulai dari saluran induk hingga ke tempat penampungan selajutnya ke persawahan tidak hilang. "Jadi sasaran yang dituju tepat semua," kata Kepala Bidang (Kabid) Sungai, Pantai dan Konservasi PSDA Sumbar Syafril Daus saat berada di lokasi irigasi di Agam, Sumatera Barat, Rabu (19/10/2016). Syafril mengatakan, proyek irigasi yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumbar ini kontruksinya lebih baik dan efektif, karena tidak perlu pembebasan lahan yang signifikan. Ia menjelaskan, pipa saluran air cukup dipasang pada posisi saluran yang sudah ada. Setelah pipa dipasang, kemudian bagian atas ditutup kembali dan bisa dimanfaatkan kembali untuk lahan pertanian. "Irigasi ini secara teknis dari awal kita rancang untuk mengairi areal persawahan sekitar 1000 hektar," katanya. Untuk meyalurkan air ke areal persawahan, dibangun intake untuk menapung air dari saluran utama untuk menyalurkan air ke tempat penampungan sebelum dibagi. Dari panjag 2.300 meter pipa irigasi, sepajang 600 meter salurannya bersiameter 60 cm sepajang 600 meter dan sepanjang 1,700 meter diameternya 50 cm. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)