Pemuda Tanggung Ini Coba Bunuh Diri dari Atas Penangkal Petir

Semarang, Obsessionnews - Ketenangan warga Jalan Sriwijaya, Kota Semarang mendadak terusik. Pasalnya, seorang pria tanggung yang mengidap gangguan jiwa diduga akan bunuh diri dengan melompat dari atap gedung minimarket, Senin (18/10/2016). Pelaku bernama Wahid Suryono (29), warga Sambiroto Tembalang ini hendak bunuh diri dari penangkap petir, yang terletak di atas toko berlantai tiga. Penjaga gedung, Heri Ghufron mengatakan pemuda tersebut ditengarai mengalami gangguan jiwa dan terlihat mondar mandir di depan toko ejak siang. "Ia sempat tidur di emperan, minta minum di warung penyet, setelah dikasih ia langsung menyebrang ke masuk asrama polisi," kata dia. Penghuni asrama yang melihat pemuda tersebut masuk kawasan asrama langsung mengejar. Namun pelaku sempat mencoba melawan saat diamankan, dan lari ke belakang asrama. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul sembilan malam. "Malah nantangin dianya. Dikejar sampai belakang, kok tiba-tiba sudah diatas," lanjut Ghufron. Pelaku sendiri berulang kali mempertontokan tindakan membahayakan. Salah satunya dengan menusukkan ujung penangkal petir ke tangan hingga tembus. Ia bahkan tak ragu-ragu berputar-putar sambil berpegangan hanya dengan satu tangan. Berbagai cara digencarkan petugas untuk membujuk Wahid supaya menghentikan aksi nekatnya. Mulai dari tawaran rokok hingga minum diberikan petugas tak jua membuat Wahid turun. Tim Basarnas Kantor SAR Semarang yang datang ke lokasi langsung memposisikan diri mengelilingi kubah toko, tempat penangkal petir tersebut berada. "Tim berjaga jaga bila korban melompat. Kami tempatkan petugas di sekeliling kubah," kata personil Basarnas Kantor SAR Semarang, Nyoto Purwanto. Tanpa diduga, pelaku kelelahan sehingga kehilangan pegangan. Beruntung petugas yang sigap langsung memegang pelaku agar tidak jatuh kebawah. Sorak sorai warga yang melihat seketika membahana melihat aksi heroik tersebut. Wahid lalu dibawa ke Rumah Sakit Kariadi untuk diberi perawatan. Meski begitu, sesaat mobil ambulan berjalan, ia sempat mengamuk lagi dan terlepas dari tali pengikat. Petugas terpaksa mengambil mengikat pelaku lebih kencang agar tidak lagi terlepas. (ifg)





























